Feri Sibarani Tegaskan Sudah Saatnya Generasi Muda Memimpin Indonesia Demi Keadilan dan Kesejahteraan Rakyat

DERAKPOST.COM – Feri Sibarani, S.H., M.H selaku Ketua Umum Garda Pemuda Generasi Indonesia Bersatu untuk Rakyat dan Nusantara (GP-GIBRAN), menegaskan bahwa Indonesia membutuh perubahan besar dalam arah kepemimpinan nasional. Menurutnya, setelah lebih dari delapan dekade merdeka, rakyat Indonesia masih belum sepenuhnya merasakan kesejahteraan sebagaimana yang diamanatkan oleh konstitusi.

Feri menyoroti masih tingginya angka kemiskinan, pengangguran, mahalnya biaya pendidikan dan kesehatan, rendahnya daya beli masyarakat, serta semakin lebarnya ketimpangan ekonomi di berbagai daerah. Kondisi ini, kata dia, menjadi bukti bahwa ada persoalan serius dalam tata kelola pemerintahan yang harus segera dibenahi.

“Sudah terlalu lama Indonesia dipimpin oleh generasi politik lama yang terus berganti, namun persoalan mendasar rakyat tak kunjung terselesaikan. Kesejahteraan yang dijanjikan konstitusi belum sepenuhnya hadir di tengah masyarakat,” tegas Feri.

Ia menegaskan bahwa tujuan berdirinya negara telah sangat jelas sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945, yakni melindungi seluruh bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Feri juga mengingatkan amanat Pasal 33 ayat (3) UUD 1945, yang menegaskan bahwa bumi, air, dan seluruh kekayaan alam Indonesia harus dikelola negara sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, serta Pasal 34 UUD 1945 yang mewajibkan negara memelihara fakir miskin dan anak-anak terlantar.

Namun, menurutnya, realitas di lapangan menunjukkan masih banyak rakyat yang harus berjuang sendiri demi bertahan hidup. Dari desa terpencil, wilayah pesisir, pegunungan hingga perkotaan, masyarakat masih dihimpit beban ekonomi yang semakin berat akibat naiknya kebutuhan pokok.

“Rakyat sudah patuh membayar pajak dan berbagai kewajiban lainnya kepada negara. Maka pemerintah wajib memastikan setiap rupiah yang dikumpulkan benar-benar kembali kepada rakyat dalam bentuk pelayanan publik, perlindungan sosial, pendidikan, kesehatan, dan penciptaan lapangan kerja,” ujarnya.

Feri menilai Indonesia sesungguhnya memiliki modal besar untuk menjadi negara maju karena kekayaan sumber daya alam yang sangat melimpah. Namun hal itu hanya dapat terwujud jika dikelola secara transparan, profesional, berkeadilan, dan bebas dari penyalahgunaan kewenangan.

Karena itu, GP-GIBRAN menegaskan bahwa sudah saatnya generasi muda mengambil peran lebih besar dalam kepemimpinan nasional. Menurut Feri, kebutuhan Indonesia hari ini bukan sekadar pergantian figur, melainkan perubahan cara berpikir, keberanian melakukan pembenahan, serta komitmen kuat untuk mengembalikan arah bangsa kepada cita-cita luhur Pancasila dan UUD 1945.

“Generasi muda harus tampil sebagai pelopor perubahan, pengawas pemerintahan, sekaligus penggerak pembangunan yang benar-benar berpihak kepada rakyat. Negara tidak boleh membiarkan satu pun warga hidup tanpa harapan,” tegasnya.

GP-GIBRAN meyakini keberhasilan pemerintahan tidak boleh diukur hanya dari pertumbuhan statistik semata, melainkan dari sejauh mana rakyat benar-benar merasakan keadilan dan kesejahteraan.

“Sudah saatnya Indonesia kembali kepada amanat konstitusi. Sudah saatnya kekayaan negara digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Dan sudah saatnya generasi muda memimpin perubahan menuju Indonesia yang adil, makmur, berdaulat, dan sejahtera,” tutup Feri. (Redaksi)

FerigenerasiIndonesiaMudarakyat
Comments (0)
Add Comment