DERAKPOST.COM – Hampir seribuan warga yang didominasi kaum ibu menggelar aksi damai di depan kawasan Eks Purna MTQ, tepatnya di depan Lapangan Anjung Seni Idrus Tintin, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pekanbaru, Kamis (18/6/2026).
Aksi yang berlangsung mulai pukul 15.30 WIB hingga 17.00 WIB tersebut mendapat pengawalan ekstra dari aparat kepolisian. Sehingga aksi damai itu berjalan dengan tertib, aman, dan kondusif dengan adanya kawalan aparat kepolisian. Massa aksi itu menyampaikan aspirasi secara terbuka.
Massa yang tergabung itu dalam Aliansi Masyarakat Pekanbaru Peduli Indonesia menyuarakan dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program andalan di pemerintah. Dalam orasinya, peserta aksi meminta agar program tersebut bisa tetap dilanjutkan.
Koordinator Lapangan (Korlap) Yuda, pada kesempatan itu, mengatakan bahwa ribuan peserta yang hadir menyampaikan aspirasi agar program MBG tetap berjalan, dikarena dinilai juga ada memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya hal untuk bagi anak-anak penerima program tersebut.
“Kurang lebih ada ribuan orang yang hadir dalam aksi ini. Mereka menyampaikan hal aspirasi agar program MBG merupa salah satu andalan pemerintah tersebut, jangan sampai dihentikan. Artinya, massa aksi ini tidak sepaham, dengan adanya keinginan agar dibubarkan MBG,” ungkap Yuda
Menurutnya, di aksi ini diketahui mayoritas peserta yaitu merupa para ibu (orang tua, red) yang anak-anaknya telah merasakan manfaat dari program MBG tersebut. Maka mereka menilai, bahwasa MBG membantu memenuhi kebutuhan gizi anak, sekaligus ringankan beban ekonomi keluarga.
Para peserta juga menegaskan dukungan ini terhadap program-program pemerintah yang dinilai berdampak langsung kepada masyarakat. Dan berharap berbagai pihak dapat mempertimbangkan manfaat yang telah dirasakan oleh masyarakat sebelum usulkan penghentian program ini.
Diketahui bahwa aksi damai tersebut juga ditutup, dengan penyampaian pernyataan sikap terbuka ini yang berlangsung tanpa adanya gangguan keamanan. Massa juga kemudian membubarkan diri secara tertib dengan kawalan kepolisian setelah seluruh dari eangkaian kegiatan selesai. (Irsyad)