Disorot ICW Soal Pengadaan Merpati Rp305 Juta, Pihak Istana Singgung Itu Pesan ke Dunia

DERAKPOST.COM – Disorot oleh pihaknya Indonesia Corruption Watch (ICW), terkait pada pengadaan burung merpati di Istana Negara senilai Rp305,25 juta. Maka hal ini pihaknya Deputi Bakom RI Fahd Pahdepie imerespons sorotan tersebut.

Ia pun meminta publik melihat pengadaan tersebut dalam konteks kegiatan berskala nasional. Karena, yang dalam rangkaianya peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan pada tahun 2026. Hendaknya hal itu yang harus dipahami.

“Kita harus lihat skalanya, nasional. Misal, kita bisa tidak membandingkan ini sebuah program atau juga kegiatan skala nasional dengan ukuran pribadi atau dengan ukuran yang lebih kecil? Tidak bisa juga,” ungkap Fahd dikutip dari laman Fajar.co.id.

Menurutnya, perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya memiliki dimensi nasional, tetapi diketahui itu juga internasional.

“Misalnya kalau kita yang berbicara soal perayaan hari kemerdekaan Republik. Dia bukan hanya punya dimensi nasional yang  sebagai kebanggaan nasional, tetapi juga punya dimensi internasional,” tuturnya.

Fahd mengatakan, rangkaiannya perayaan tersebut, sekaligus menjadi sarana untuk menunjukkan kepada dunia internasional bahwa Indonesia merupa negara berdaulat dan juga memiliki kebanggaan merayakan momentum kemerdekaan.

“Kan untuk menyampaikan pesan kepada dunia internasional, misalnya Indonesia ini negara yang berdaulat, serta negara yang punya pride itu untuk merayakan sesuatu. Kira-kira, di sisi itu kita tidak bisa menilai itu apakah efisien atau tidak efisien,” ujar Fahd menjelaskan.

Lebih lanjut, Fahd mengatakan, efisiensi anggaran ini seharusnya diarahkan pada pengadaan itu yang berpotensi tumpang tindih. Dikarena efisiensi yang dilakukan  terhadap hal-hal yang dilakukan tumpang tindih tersebut.

“Contoh-contoh mengapa Pak Presiden mengumumkan akan membentuk yang sebelumnya LKPP menjadi badan, nanti karena ternyata ditemukan untuk barang yang sama, pengadaannya di kementerian, lembaga, dan daerah itu bisa beda-beda,” tandasnya.

Disoroti ICW

Sebelumnya, pengadaan burung merpati terrsebut disoroti ICW, bagian organisasi masyarakat sipil bergerak dalam halnya  pemberantasan dan pemantauan kasus korupsi. Melalui akun Instagramnya, ICW pertanyakan pengadaanya burung merpati dengan nilai ratusan juta rupiah tersebut.

“Pengadaan 17-an itu, di Istana sangat meriah, sampai kita nggak tahu kalau ternyata ada pengadaan burung merpati senilai Rp305 juta,” tulis Sahabat ICW itu,  dikutip Sabtu (22/8/2026). Diketahui juga
ICW menyentil hal kebijakanya efisiensi anggaran pemerintah.

Hal itu sambungnya, yang dinilai tentunya sangat berbanding terbalik dengan adanya pengadaan tersebut. Artinya, kalau ini beli merpati dengan anggaran segitu, kira-kira merpatinya spek apa dan buat ngapain ya pada warga.

Berdasarkan data yang ditampilkan pada laman resmi data.inaproc.id, tercatat satu paket pengadaanya bertajuk Pengadaan Burung Merpati Dalam Rangka Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI Tahun 2026,
nilai total mencapai Rp305.250.000.  (Dairul)

duniaICWIstanamerpatiPengadaan
Comments (0)
Add Comment