Dekat dan Terbuka, “Wak Tardi” Jadi Solusi Transparansi Hak Warga Binaan di Lapas Pekanbaru

DERAKPOST.COM – Meningkatkan kualitas pelayanan, serta memastikan pemenuhan hak warga binaan secara optimal, jajaran Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Binadik) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru melaksana kegiatan jemput bola melalui program “Waktunya Tanya Remisi dan Integrasi” (Wak Tardi),

Kegiatan ini dilakukan dengan menyambangi langsung setiap blok hunian warga binaan. Melalui pendekatan proaktif tersebut, petugas memberikan layanan informasi yang komprehensif, transparan, dan mudah dipahami terkait hak-hak warga binaan, khususnya mengenai remisi serta program integrasi seperti Asimilasi, Pembebasan Bersyarat (PB), Cuti Bersyarat (CB), dan Cuti Menjelang Bebas (CMB).

Program Wak Tardi merupakan inovasi yang diinisiasi oleh Seksi Binadik Lapas Kelas IIA Pekanbaru sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas pembinaan. Program ini bertujuan untuk memastikan seluruh warga binaan memperoleh informasi yang benar, akurat, dan tidak menyesatkan terkait prosedur, persyaratan administratif, serta tahapan dalam pengusulan hak remisi dan integrasi.

Tidak hanya sebatas penyampaian informasi, kegiatan ini juga membuka ruang komunikasi dua arah antara petugas dan warga binaan. Dalam sesi dialog interaktif, warga binaan diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan, menyampaikan kendala, serta mengutarakan berbagai permasalahan yang dihadapi selama proses pembinaan maupun dalam pengurusan hak-hak mereka.

Kepala Seksi Binadik Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Ridho Kurniawan, menegaskan bahwa kegiatan Wak Tardi merupakan bagian dari upaya mewujudkan pelayanan pemasyarakatan yang humanis, informatif, dan bebas dari miskomunikasi.

“Melalui pendekatan langsung ke blok hunian, kami ingin memastikan bahwa tidak ada satu pun warga binaan yang tertinggal informasi. Semua memiliki hak yang sama untuk memahami secara jelas proses remisi dan integrasi,” ungkapnya.

Pelaksanaan kegiatan ini pun mendapatkan respons positif dari warga binaan. Kehadiran petugas secara langsung dinilai mampu memberikan kejelasan informasi sekaligus meningkatkan rasa kepercayaan terhadap pelayanan yang diberikan oleh pihak pemasyarakatan.

Melalui inovasi Wak Tardi, Lapas Kelas IIA Pekanbaru terus berupaya menghadirkan sistem pembinaan yang transparan, akuntabel, serta berorientasi pada pemenuhan hak warga binaan. Hal ini sejalan dengan semangat Pemasyarakatan yang PASTI (Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan, dan Inovatif) serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Itu kan ada Rp10 triliun yang di kita dan Rp10 triliun yang di Kementerian Keuangan, itu sedang diberesin Perpresnya. Kayaknya sebentar lagi Perpresnya bisa selesai,” kata Menkes Budi dikutip dari Antara (9/6/2026).

Menkes Budi menyebut dari sisi Kemekeu ada aturan penyalurannya juga, dimana dana hanya bisa disalurkan juga net asset value negatif. Sedangkan saat ini, katanya, net asset value BPJS Kesehatan masih positif.

“Jadi dengan Rp20 triliun itu kita menghitungnya harusnya cukup lah, sampai akhir tahun harusnya cukup. Cuma sekarang memang prosesnya ini, bapak ibu, saya pastikan saya bekerja sekeras yang saya mampu untuk bisa gimana caranya uangnya sudah ada, sudah dialokasikan, sudah dianggarkan, ini secepat mungkin keluar,” kata Menkes Budi Gunadi.

Menurut Menkes Budi, dana Rp 20 triliun ini hanya untuk setahun dan tahun depan akan ada lagi dana yang dibutuhkan, sehingga rencana penyaluran pada tahun depan juga perlu dipersiapkan mulai dari sekarang.

Dalam kesempatan itu, dia juga menyinggung tentang penghapusan tunggakan iuran JKN. Menkes menyebutkan penghapusan ini sudah selesai dan tinggal menunggu tanda tangan Perpres. “Rencananya nanti saya juga akan menghadap Mensesneg saya supaya dipersiapkan,” katanya. (Redaksi)

DekatHakSolusiterbukaTransparansi
Comments (0)
Add Comment