DERAKPOST.COM – Diketahui hingga kini, ada sebulanan program Work From Home (WFH) setiap hari Jumat bagi ASN. Begitu juga di lingkungan Pemprov Riau. Program ini, bertujuan efisiensi anggaran pada tiap OPD-OPD.
“Telah satu bulan sejak ASN Pemprov Riau melakukan WFH dan pasti itu ada efisiensi anggaran. Saya minta agar anggaran yang berhasil dipangkas itu supaya dialihkan ke beasiswa saja. Karena hal itu, tentu dirasa jadi tepat sasaran,” kata Andi Dharma saat dikonfirmasi wartawan.
Anggota DPRD Riau dari Komisi I ini, juga mengatakan, pihaknya Pemprov Riau agar menambah anggaran beasiswa bagi siswa dan mahasiswa di Provinsi Riau. Maka hal itu, anggaran ini bisa diambil dari hasilnya kebijakan WFH ASN yang telah diterapkan hampir sebulanan itu.
Politisi PDIP dari Dapil Inhil ini mengatakan
dengan diterapkannya WFH tersebut, pasti ada efisiensi anggaranya konsumsi, listrik dan operasional lainnya. Sehingga, ungkap Ketua DPC PDIP Inhil ini, jika dikumpulkan itu hasil efesiensi anggaran ditiap OPD, hal menambah beasiswa.
Lebih lanjut Andi Dharma ini mengatakan,
bahwa beasiswa sangat diperlukan untuk mendukung pendidikan generasi muda di Provinsi Riau. “Tentu ini akan membantu anak-anak daerah kita, untuk melanjutkan pendidikannya. Hal itu juga sejalan dalam program Riau,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui sebelumnya. Yang dikatakan, Sekretaris Daerah (Sekda) Riau
Syahrial Abdi, bahwasa anggaran Pemprov Riau untuk beasiswa adalah sebesar Rp62 miliar dengan total itu penerima sebanyak 3.644 mahasiswa pada tahun 2026. Hal ini jadi perhatian Pemprov.
Menurutnya, beasiswa ini merupa bagian dari suatu Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), didalamnya ini termasuk janji Pemprov Riau mehadirkanya Satu Rumah Satu Sarjana. Maka diketahui,
saat ini Pemprov Riau anggarkan itu Rp62 miliar dalam APBD ini. (Dairul)