Wow… Rugikan Negara Rp57,3 Miliar, Lima Orang Jadi Tersangka di Kasus Blackout Batam – Bintan

DERAKPOSTCOM – Saat ini Bareskrim Polri menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus pemadaman listrik total atau blackout ini melanda Batam hingga Bintan, di Provinsi Kepulauan Riau. Kasus tersebut diperkirakan menimbulkan kerugian negara hingga Rp57,3 miliar.

Penetapan lima tersangka itu disampaikan Kabareskrim Polri Komjen Pol Asep Safrudin di Gedung Graha Lancang Kuning (GLK), Mapolda Kepulauan Riau, Batam, Selasa (20/10/2026). Lima tersangka terdiri dari empat orang yang berasal dari lingkungan pengelola instalasi listrik dan satu orang dari pihak kontraktor.

Mereka masing-masing berinisial RB, ZRN, AWD, DA, dan AEP. RB disebut menjabat sebagai manajer, ZRN sebagai asisten manajer, AWD sebagai tim leader K3L, DA sebagai tim pemeliharaan proteksi, sedangkan AEP berasal dari unsur kontraktor.

Asep mengatakan penyidikan mengarah pada dugaan kelalaian dalam pengawasan dan pengamanan instalasi listrik. Polisi menduga pihak yang memiliki kewenangan pengawasan tidak menjalankan tugasnya sebagaimana mestinya.

Sementara itu, pihak kontraktor disebut memiliki kewajiban mengembalikan fungsi pengamanan instalasi, termasuk memastikan kondisi pagar pengaman sesuai ketentuan.

“Pejabat yang mempunyai kewenangan untuk melakukan pengawasan tidak melakukan tugasnya dengan baik. Kemudian, vendor yang mempunyai tugas mengembalikan fungsi pengamanan sebagaimana mestinya juga tidak melaksanakannya,” ujar Asep kepada awak media.

Salah satu temuan yang didalami penyidik adalah kondisi pagar pengaman di sekitar instalasi listrik. Pagar tersebut seharusnya dilengkapi sistem pengamanan sesuai standar operasional prosedur (SOP) untuk mencegah manusia maupun hewan liar masuk ke area vital.

Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan, sistem pengamanan tersebut diduga tidak dipasang atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Kondisi itu menjadi perhatian karena lokasi instalasi disebut kerap didatangi hewan liar, termasuk monyet.

Semua sebenarnya mengetahui bahwa di tempat itu banyak hewan liar. Seharusnya pagar segera dibuat dan dialiri listrik sesuai ketentuan agar hewan-hewan tersebut tidak masuk,” kata Asep.

Penyidik kemudian menduga masuknya hewan ke area instalasi bertegangan tinggi, yang dalam pemaparan disebut berada di sekitar Trafo 1, berkaitan dengan terjadinya short circuit atau hubungan arus pendek. Gangguan itu diduga berdampak pada sistem kelistrikan hingga menyebab blackout meluas di Batam dan Bintan.

Meski demikian dalam hal ini, polisi belum menyimpulkan apakah blackout tersebut terjadi akibat kesengajaan atau kelalaian. Bareskrim masih tahap memeriksa para tersangka dan saksi, mencocokkan barang bukti, serta mendalami hasil olah tempat kejadian perkara (TKP). Asep mengatakan penyidik juga masih menelusuri penyebab bergesernya salah satu komponen atau bagian instalasi yang ditemukan di lokasi.

“Kami sedang melakukan pendalaman. Kami harus melakukan pemeriksaan untuk mengetahui apakah ini disengaja. Kalau memang sengaja, siapa memerintahkan? Namun, jika ini merupakan kelalaian yang menjadi tanggung jawab seseorang dan kewajiban itu tidak dilaksanakan, tentu akan kami dalami juga,” kata Asep. (Afrizal)

Comments (0)
Add Comment