Wow…. Peserta Pilkades Semarang Diikuti Berbagi Unsur, Mulai Suami Wakil Bupati, Ketua KPU, Polisi hingga Guru Honorer

DERAKPOST.COM – Agenda hal Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di daerah Kabupaten Semarang diselenggara tanggal 14 Desember 2026. Tercatat ada 140 desa yang akan menyelenggarakan pilkades.

Dikutip dari laman Kompas. Pendaftaran tahap pertama, yang telah dilaksana pada tanggal 5-15 Oktober 2026. Hal calon yang mendaftar itu yaitu memiliki beragam latar belakang.

Agus Pudjo Djatmiko

Mendaftar sebagai calon Kepala Desa Rembes Kecamatan Bringin. Agus adalah suami dari Wakil Bupati Semarang Nur Arifah, yang sebelumnya juga menjabat sebagai Kepala Desa Rembes.

“Motivasi saya ya melanjutkan perjuangan almarhum Bapak yang pernah juga menjadi kades, termasuk menuntaskan PR yang diemban Ibu Nur Arifah, karena periode menjabat kades belum selesai, sudah maju menjadi Wakil Bupati Semarang,” kata Agus, Sabtu (17/10/2026).

Menurut Agus, PR yang harus dituntaskan di antaranya pemberdayaan perekonomian untuk meningkatkan kesejahteraan warga dan pembangunan infrastruktur.

“Desa tentu punya rencana pembangunan, RPJMDes yang didasarkan pada musyawarah desa. Kita juga mengacu pada hal tersebut,” ungkapnya. Menurut Agus, perjalanannya maju dalam Pilkades Rembes merupakan garis yang telah ditentukan Allah SWT.

Hal ini karena saat dirinya didorong warga, tokoh masyarakat, dan kiai bertepatan dengan masa pensiun pada 30 September 2026 setelah bekerja selama 16 tahun. Agus menyatakan tak ada keuntungan yang didapatnya dalam pencalonan sebagai kepala desa, meski istrinya adalah seorang wakil bupati.

“Keluarga dari dulu sudah menjadi kades, lalu ibu juga kades, sehingga ini adalah keputusan bersama masyarakat. Sebagai orang yang hidup di desa, saya selalu berusaha hadir di masyarakat, saat kerja bakti, gotong royong, dan kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya,” kata dia.

Agus akan bersaing dengan tiga kandidat lain untuk memenangkan kontesasi Pilkades Rembes. Meski begitu dia tidak menganggap para calon lain tersebut sebagai lawan.

“Semua warga Rembes itu kan keluarga, jadi kita akan tetap rukun, damai, dan kondusif. Suasana juga anteng-anteng saja, jadi berjalan biasa saja,” ujarnya.

Ketua KPU juga Mendaftar

Di Desa Pabelan Kecamatan Pabelan, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Semarang Bambang Setyono telah mendaftarkan diri dalam Pilkades 2026 pada 15 Oktober 2026 pukul 11.12 WIB. Saat mendaftar, Bambang diantar kerabat dan pendukungnya dengan berjalan kaki dari rumah ke Balai Desa Pabelan.

“Bagi saya, kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat agar maju dalam pilkades ini adalah amanah dan pengabdian, namun juga tantangan agar pelaksanaan pilkades berjalan jurdil. Yakni jujur bagi kami sendiri dan adil bagi masyarakat,” kata Bambang.

Mengenai statusnya sebagai Ketua KPU Kabupaten Semarang, ia mengatakan tidak ada masalah dan dirinya telah konsultasi dengan KPU Provinsi Jawa Tengah.

“Sesuai dengan PP 16 Tahun 2026 dan diperkuat SE Bupati, jabatan yang harus cuti adalah ASN, kepala desa, BPD, perangkat desa, dan TNI-Polri,” ungkapnya.

Katanya, meski komisioner KPU tidak termasuk yang diatur, namun saya atas nama etika, akan mengajukan cuti nanti setelah ada penetapan sebagai peserta pilkades.

Anggota Polsek juga Ikut Daftar

Sementara Aiptu Amin Sutadi anggota Polsek Sidomukti Polres Salatiga mendaftar di Pilkades Desa Sraten Kecamatan Tuntang. Bagi Amin, keputusan maju dalam pemilihan kepala desa bukan sekadar mengikuti kontestasi politik di tingkat desa.

Dorongan warga dan pengalaman kakaknya yang telah menjabat sebagai kepala desa selama tiga periode menjadi pertimbangan Amin untuk mengambil langkah tersebut.

“Kakak saya sudah tiga periode menjadi Kepala Desa Sraten. Kebetulan warga juga meminta saya maju. Saya ingin mengabdi kembali di desa tercinta,” ujarnya.

Guru Honerer juga Ikut Pilkades

Seorang guru honorer berlatar belakang santri, Arizka Priyantoro juga mendaftar menjadi calon kepala desa Susukan Kecamatan Susukan. Tak sekadar meramaikan pesta demokrasi, Arizka mengusung misi memajukan Susukan dengan visi terwujudnya desa mandiri yang sejahtera dan berbudaya.

“Kami akan membangun desa dengan tata kelola yang responsif dan transparan disertai inovasi digitalisasi,” ungkapnya. Bayangkan seorang anak Indonesia. (Dairul)

 

 

Comments (0)
Add Comment