DERAKPOST.COM – Sesuai diagenda, hari ini digelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) PT SPR. Namun, hal RUPS LB yang dimulai sekitar pukul 09.30 WIB, tersebut batal digelar, dan diskors.
Sesuai pantau lapangan itu, dihari Jumat (23/1/2026), yakni di kantor PT SPR Jalan Diponegoro, Pekanbaru. Situasi ini tampak memanas saat pembacaan hal keputusan pemegang saham itu, oleh Plt Kepala Biro Ekonomi Setdaprov Riau Boby Rachmat.
Dimana dokumen yang tengah dibacakan itu, langsung dirampas Direktur PT SPR Ida Yulianti Susanti. Saat itu pula dia mengusir para pemegang saham. “Saya telah diusir, dokumen dirampas. Dikarena situasi tidak kondusif, RUPS LB diskors,” sebut Boby.
Lebih lanjut Boby yang juga sebagai Kepala Kesbangpol Riau ini mengatakan, maka hal itu dengan melihat kondisi yang sangat tak kondusif tesebut, akhirnya agenda tersebut (RUPS LB, red) harus diskors. Dalam hal ini, diskors selama empat jam kedepannya.
“RUPS LB, dimulai sekitar pukul 09.30 WIB, tetapi disaat kami bacakan hal keputusan pemegang saham itu. Langsung dirampas Ida Yulianti Susanti. Pada saat itu pula, Ida mengusir para pemegang saham. Maka itu diskors empat jam kedepan,” terangnya.
Sementara itu ditempat yang sama. Hal ini ditemui Yan Darmadi, selaku Komisaris PT SPR. Ia menyebut RUPS LB seperti terlihat kondisi lapangan, maka demikian terpaksa diskors. Dan dijadwalkan akan dilanjutkan nantinya yaitu sekitar pukul 14.00 WIB.
Ditanyakan akan pendapat dia, dari selaku Komisaris di BUMD PT SPR dengan halnya kejadian tersebut ? Dalam hal ini dikatakan dia, selaku komisaris tentunya juga sangat menyangkan atas tindakan yang dilakukan oleh direksi dengan tidak kooperatif.
Sejauh ini, Yan Darmadi menyebutkan pada permasalahan ini pihaknya belum bisa beri penjelasan secara rinci, karena RUPS LB ini belum selesai. Dan sejauh ini Dirut maupun direksi PT SPR belum ada memberikan hal keterangan, dikarena tidak kondusif. (Rezha)