Waduh…. Driver Ojol Qodriyansah dan Oknum ASN Pemprov di Riau Ribut Soal Orderan

 

DERAKPOST.COM – Kesalahpahaman antara pengorder makanan dan minuman atas nama Khalista bersama salah satu driver ojek online (Ojol) di Pekanbaru pada Selasa (22/8/2023), sempat dimediasi dan bersepakat damai.

Khalista, pengorder makanan yang belakangan diketahui oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial W, salah seorang pejabat fungsional di salah satu Organiasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau. W juga mantan anak orang penting di provinsi ini.

Namun belakangan kesepakatan ‘dinodai’ karena adanya umbaran oleh oknum driver Ojol bernama Qodriyansah yang terkensan menyudutkan oknum ASN tersebut di beberapa media.

Oknum ASN W, Ahad (278/8/23) itu merasa apa yang ditudingkan oknum driver Ojol seperti dipelintir. Adapun bahasa kemarahan menurut W, karena membalas sikap oknum driver yang dipandang tak profesional dalam bekerja.

“Kita sudah bertemu, kemudian berdamai. Kami sepakat karena kesalahpahaman saja. Tapi kenapa justru di media nama saya dibilang tak sopan, kasar. Tapi ketidakprofesionalan bekerja justru tidak dimasalahkannya,” kata perempuan berinisilal W ini.

Menurut W, kronologis kejadian pada Selasa (22/8/23) lalu, dirinya mengatasnamakan Khallista mesan minuman melalui driver Ojol. Dalam orderan disebutkan alamat diantar ke lantai tiga bidang pengawasan.

Tak lama berselang, orderan pun sampai ke lokasi. Namun driver Ojol yang saat itu di parkiran motor kantor, meminta pengorder menjemput ke bawah melalui sambungan telephon. Perempuan W ini lalu menjawab agar driver Ojol langsung ke lantai tiga, sesuai pesanan.

“Saya jawab naik aja ke atas pak. Kan sudah tertulis lantai tiga. Bapak masuk saja ke lobi nanti ada tangga, terus naik saja ke lantai tiga,” jelas W dengan nada sopan dikutip dari riauterkini.com.

Driver Ojol kembali meminta agar pesanan diambil dibawah saja. Dia beralasan bahwa tugasnya hanya mengantar sampai ke lokasi bukan tempat duduk.

“Tidak bisa. Sayakan hanya mengantar sampai lokasi, bukan tempat duduk ibu,” ujar W, menceritakan alasan driver Ojol enggan mengantarkan pesanan sesuai pesanan.

Alasan inilah menurut W, tidak sesuai dengan harapan. Apalagi pernyataan driver Ojol dengan nada sedikit kurang bersahabat. Terjadilah perdebatan dalam percakapan seluler tersebut.

“Loh kok bapak ngomong gitu, tempat duduk seperti apa yang bapak maksud. Jangan gitu ngomong gitu pak,” ungkap W.

Kemudian W pun kembali mengulas bahwa orderan ditujukan ke lantai tiga, sesuai orderan. W yang kesal pun lalu menjawab, kalau memang tak bisa kenapa terima orderan.

Qodriyansah si driver Ojol kembali menjawab bahwa bukan tugasnya mengantar ke tempat duduk. Melainkan hanya ke lokasi orderan.

“Eehh pak, jangan ngomng kurang ajar ya, bapak ini ngomong kayak org tidak berpendidikan aja. Makanya bapak naik lihat disni, bapak ngantarnya sampai tempt duduk apa tidak. Kalau bapak tidak sopan begini ya saya batalkan pesanan dan saya kasih bintang satu,” balas W lagi.

W pun kembali menyatakan dalam sambungan telephon itu bahwa dirinya setiap hari memakai jasa Ojol, pesanan pun sampai sesuai orderan. Semuanya sopan.

“Saya pesan makanan melalui Ojol, baru kali ini saya dapat pengantar seperti bapak yang tidak sopan,” ungkap W.

Qodryansah lalu kemudian menyampaikan alasannya tidak mau mengantarkan pesanan ke lantai tiga karena kakinya sakit. “Saya nggak bisa naik ke atas kaki saya sakit,” ujar driver Ojol.

W mengaku masih kesal dengan alasan soal pernyataan driver ojol hanya mengantar sampai ke lokasi bukan tempat duduk, lalu menutup telephon.

W kemudian meminta tolong kepada salah seorang anak magang di kantornya menemui driver ojol untuk mengambil pesanan sekaligus membayarkan orderan. Tapi sampai di bawah, driver ojol malah meminta dijumpakan dengan W tanpa menyerahkan orderan. Anak magang kemudian lalu kembali ke atas, lalu W meminta agar dibatalkan saja orderan jika sikap driver Ojol begitu.

Tak lama kemudian Driver Ojol pun masuk kantor lalu bergegas ke naik ke atas. Dilantai tiga, driver Ojol dengan nada tinggi langsung mencari mana nama Khalisa, sesuai nama orderan W, dengan nada tinggi. Perdebatan secara langsung pun terjadi mengungkit apa yang sudah disampaikan dalam telephon.

W menyatakan tidak kesenangannya pernyataan driver Ojol soal bukan tugasnya mengantar pesanan sampai ke tempat duduk. Sementara driver Ojol juga mengaku tersinggung soal tak berpendidikan. W pun meminta kepada rekan-rekannya memanggil security. Driver tetap marah-marah sampai mengikuti ke ruangan kerja W sambil mengancam akan memviralkan masalah ini.

“Buka masker kau buka masker kau, aku viral kan kau ya. Ingat kau ya Kalista (W) aku sumpah kan kau turun pangkat dan kena kasus,” ungkap driver Ojol sambil menenteng handphone di tangan. Driver juga dengan nada tinggi mencari pimpinan tempat dia W bekerja.

Selain menceritakan kronologis kejadian, W sendiri mengaku sedang mempertimbangkan kejalur hukum atas sikap driver Ojol tersebut secara personal. ***(mok)

ASNOjolorderanRiau
Comments (0)
Add Comment