DERAKPOST.COM – Seekor gajah, saat ini ditemukan mati. Hal itu di kawasan hutan Kecamatan Ukui, di Kabupaten Pelalawan. Yakni area kawasan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP). Dengan kondisi sangat memprihatinkan dengan kepala terpotong.
Artinya, hal kondisi hewan dilindungi yang mati tersebut, menjadi pertanyaan krusial. Bangkai gajah tersebut ditemukan di areal sekitar konsesi RAPP di Distrik Ukui, Desa Lubuk Kembang Bunga, pada Senin malam (2/2/2026). Hal itu ditemukan pertama kali warga bernama Winarno.
Diketahui, warga yang kebetulan melintas di sekitar lokasi tersebut mencium aroma atau bau tidak sedap menyengat. Disebab penasaran dengan sumber bau busuk, hal tersebut membuatnya terkejut. Pasalnya, ada menemukan seekor gajah mati dalam kondisi memprihatinkan.
“Bangkai gajah tersebut ditemukan di area sekitar konsesi RAPP di Distrik Ukui, Desa Lubuk Kembang Bunga, hari Senin malam (2/2/2026). Yaitu dengan hal posisi duduk, tapi kondisi kepala terpisah dari tubuhnya (terpotong), dan sudah membusuk,” terang Winarno, menjelaskan ini.
Hal ini, terangnya, mencium aroma busuk dari dalam hutan. Setelah dicek, ternyata ada gajah yang sudah mati. Dan langsung melaporkannya keberadaan bangkai gajah tersebut, Namun dikatakan dia, dirinya tak mengetahui penyebab kematiannya gajah hewan yang dilindung itu.
Pada keesokan harinya, Selasa (3/2/2026), Kasat Reskrim Polres Pelalawan, bersama personel Polsek Ukui ini mendatangi lokasi penemuan, untuk melakukan pengecekan. Selanjutnya itu, pada Rabu (4/2/2026), tim gabungan pada beberapa pihak melakukan kegiatan nekropsi di TKP.
Terkait ini, Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara SIK melalui Kasat Reskrim Polres Pelalawan AKP I Gede Yoga Eka itu dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sangat menyesalkan ditemukan adanya ini seekor gajah dalam kondisi sangat mengenaskan dan prihatinkan tersebut.
“Gajah tersebut ditemukan ini mati dengan bagian kepala sudah terpotong dan berada dalam posisi duduk. Yang saat ini kami pun masih tahap melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematian gajah. Hal itu termasuk olah TKP, lanjut pengambilan keterangan saksi,” ujarmya.
Dikatakan dia, maka sebagai langkah awal penyelidikan, tim Bidlabfor Polda Riau yang dipimpin oleh Iptu Imam Yusuf Hanura SH, sudah mengambil sampel tanah di sekitar lokasi pada penemuan bangkai gajah. Yang kemudian itu sambungnya, untuk dilakukan pengujian di laboratorium.
Kasat Reskrim Polres Pelalawan ini dengan tegas mengatakan, pihaknya terus lakukan hal penyelidikan guna mengungkap pelaku yang bertanggung jawab atas kematiannya satwa dilindungi tersebut. “Kami pun, terus melakukan upaya untuk melindungi satwa yang dilindungi,” sebutnya. (Redaksi)