DERAKPOST.COM – Terdata, sedikitnya sekitar 15 orang wartawan media besar di Provinsi Riau, diduga menikmati dana pemerintah untuk pergi healing-healing ke Malaysia dan Thailand. Dana itu yang diduga dikucurkan oleh Sekdaprov Riau, SF Haryanto.
Kini nama-nama dari wartawan beserta medianya, telah muncul di group-group WhatsApp yang disebar luaskan secara berantai media sosial (medsos). Ketika mengetahui hal ini tak sedikit dari awak media lainnya merasa kecewa. Dimana, jalan-jalan keluar negeri ini tentu pakai anggaran cukup besar.
Dikutip dari Berkabarnusa.com. Dimana itu salah satu penghuni grop Informasi Berita melontarkan statement :
Sudah kuduga???? Ini macam???????? Selama ini berita-berita dugaan korupsi oknum Pejabat Pemprov Riau, termasuk SF H senyap.
Kemudian ada lagi, menyikapi Pantas media ini gk berani beritakan barang kw kw . Sudah di beli oleh sf
Ada juga, Ini akan memicu reaksi para Wartawan dan Media di Riau untuk terus bergerak secara masif.
Banyak lagi statement atau komentar pedas yang dilontarkan penghuni group yang dimana bisa dikatakan 60 persen pewarta dan 40 persen lagi dari pejabat pemerintah dan pengusaha.
Postingan mana-mana media yang ikut dalam healing inipun pertama diposting oleh penghuni group yang berinisial Hn. Menyikapi hal ini, jika memang ini benar fakta, ini perlu diusut. Sebab dinilai telah melanggar kode etik jurnalistik. Bahkan, itu merusak ke independen nan seorang jurnalis.
“Bagaimana jurnalisnya ini bisa bekerja maksimal menyoroti kinerja pemerintah, sementara mereka ikut terlibat didalam pemerintahan. Ikut menenggelamkanya dana yang dimana untuk kesejahteraan rakyat,” ungkap seorang jurnalis yang di group Informasi Berita. **Rul