DERAKPOST.COM – Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho melakukan peninjauanya progres pembangunan Jalan Tol di ruas Palas dan Muara Fajar. Dikesempatan itu, mengusulkan, agar pintu tol dalam kota Pekanbaru diberi nama tokoh pendiri kota, Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah.
Dalam peninjauan tersebut, Wako Agung turun langsung bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait guna memastikan setiap kendala teknis di lapangan dapat segera diidentifikasi dan dicarikan solusi bersama pihak pengembang.
“Saya bersama jajaran OPD terkait meninjau langsung progres pembangunan jalan tol di ruas Palas dan Muara Fajar. Saya turun langsung bersama jajaran OPD, agar setiap kendala teknis yang ditemukan di lapangan bisa langsung kita diskusikan solusinya bersama pengembang,” ujar Agung.
Menurutnya, kehadiran jalan tol ini merupakan proyek strategis yang sangat dinantikan oleh masyarakat Pekanbaru. Infrastruktur tersebut diyakini akan memberikan dampak besar terhadap mobilitas warga sekaligus membuka peluang ekonomi baru di wilayah sekitar.
“Kehadiran jalan tol ini adalah proyek strategis yang sangat kita tunggu, karena dampaknya akan sangat besar untuk mempermudah mobilitas warga dan membuka peluang ekonomi baru di wilayah sekitar,” sebutnya.
Ia juga meminta dukungan dan doa dari seluruh masyarakat agar proses pembangunan berjalan lancar. Agung turut memberikan semangat kepada para pekerja yang terlibat dalam pembangunan proyek tersebut.
“Mohon doa dan dukungannya agar pengerjaan ini berjalan lancar. Tetap semangat untuk kawan-kawan yang sedang bekerja di tengah terik matahari demi kemajuan kota kita,” tambahnya.
Selain meninjau progres pembangunan, Agung juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah melihat langsung lokasi pintu tol dalam kota Pekanbaru.
Ia kemudian mengusulkan agar pintu tol tersebut diberi nama sesuai dengan pendiri Kota Pekanbaru sebagai bentuk penghormatan sejarah.
“Ini pintu tolnya kita usulkan untuk diberi nama adalah pendiri Kota Pekanbaru. Namanya itu Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah. Ini mudah-mudahan akan menjadi legacy,” jelasnya dikutip dari laman Riaupos.
Tidak hanya itu, Pemko Pekanbaru juga berencana mengusulkan tokoh pendiri kota tersebut sebagai pahlawan nasional. Agung berharap langkah ini dapat berjalan lancar dan mendapat dukungan dari berbagai pihak.
“Kita juga akan usulkan pendiri Kota Pekanbaru menjadi pahlawan nasional. Mudah-mudahan ini berjalan dengan baik. Kita doakan sama-sama,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan pintu tol dalam kota ini nantinya akan memberikan akses yang lebih cepat bagi masyarakat untuk terhubung ke ruas tol berikutnya. “Mudah-mudahan ini juga akan memberi akses cepat untuk masyarakat sampai ke pintu tol berikutnya dan menyambung ke tol berikutnya,” tutupnya.
Sebagai informasi, jalan tol Tol Pekanbaru–Dumai merupakan akses utama yang menghubungkan Kota Pekanbaru dengan Kota Dumai dan menjadi bagian dari jaringan Jalan Tol Trans-Sumatra.
Jalan tol sepanjang sekitar 131 kilometer ini memberikan dampak signifikan terhadap konektivitas serta pertumbuhan ekonomi di Provinsi Riau.
Dengan hadirnya tol tersebut, waktu tempuh perjalanan antara Pekanbaru dan Dumai yang sebelumnya mencapai 4 hingga 5 jam melalui jalur lintas, kini dapat dipangkas menjadi sekitar 1,5 hingga 2 jam saja.
Akses keluar-masuk tol juga tersebar di sejumlah titik penting, mulai dari Gerbang Tol Pekanbaru sebagai pintu utama dari ibu kota provinsi, hingga gerbang di Minas, Kandis, Duri, dan Dumai. (Dairul)