JAKARTA, Derakpost.com- Hingga saat ini, polemik minyak goreng masih tetap menjadi keluhan. Bahkan pihak Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi ini juga membatalkan janjinya untuk umumkan tersangka.
Padahal pada pekan lalu, Mendag Lutfi sesumbar telah mengantongi nama-nama mafia minyak goreng yang telah meresahkan masyarakat. Dia bahkan berjanji akan ada pengumuman tersangka mafia minyak goreng pada Senin (21/3/2022).
Pembatalan itu, sejalan dengan Polri mengaku belum mengagendakan akan merilis atau mengumumkan tersangka mafia minyak goreng pada, Senin kemarin.
Pada sisi lain, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) juga meminta Kementerian Perdagangan untuk menyampaikan data dan informasi terkait dugaan mafia minyak goreng yang disampaikan Lutfi.
Kondisi tersebut, bagi Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS) Anthony Budiawan adalah suatu ironi. Pasalnya, niatan Lutfi untuk membuka tabir mafia minyak goreng urung terjadi.
“Selesai sudah. Sesumbar ungkap mafia, disangkal Bareskrim, disangkal Rachmat Gobel dari Nasdem. Ditodong KPPU minta data mafia,” cuit Anthony di akun Twitter pribadinya dilansir RMOL.
Dengan serangan kanan kiri pada upayanya membuka tabir mafia, Anthony menyarankan agar Lutfi memantapkan langkah dengan mundur dari kursi kabinet. Katanya, sikap pihak itu sebaiknya mundur saja, lebih terhormat. **Rul