DERAKPOST.COM – Tagline Riau Unggul pada HUT Riau ke- 65, itu mendapatkan kritik tajam Ketua Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Wilayah Riau, Wahyu Andrie Septyo SH. Hal ini euforia semarak peringatan HUT digelar Pemprov Riau.
Di karena tagline ini kondisi realitasnya kesejahteraan rakyat Riau yang tumpul.
Apabila thema Riau Unggul disematkan dalam perayaan HUT kali inipun merujuk halnya Sumber Daya Alam (SDA) dimiliki Provinsi Riau, seperti lahan perkebunan kelapa sawit terluas adalah 3 juta hektar dan daerah penghasil minyak bumi yang terbesar yakni, mencapai 365 ribu barel per/hari.
Wahyu mengatakan, mungkin saja betul Provinsi Riau unggul dalam kepemilikan SDA, bukanya kemanfaatan didapatkan dari sumber daya alam dimiliki. “Karena, yang lebih tepatnya unggul didalam hal menjadi sapi perah hasil perahannya itu sendiri tidak dapat dinikmati oleh rakyat yang hidup di tanah Melayu Riau, sangat dihormati dan serta bermarwah ini,” ujar Wahyu.
Organisasi ini, ungkapnya, dinilai tagline tidak sesuai dengan kondisinya realitas kesejahteraan masyarakat Riau, mereka sebut, tumpul. Katanya, jika tema dibuat merujuk halnya SDA Riau, seperti lahan perkebunan kelapa sawit terluas hingga 3 juta hektar dan daerah yang penghasil minyak bumi terbesar hingga 365 ribuan barel per/hari di Indonesia. Tapi, tak ada faedah.
Dalam keterangan resmi diterima awak media. KAMMI Wilayah Riau, menyebut lebih tepat unggul di dalam hal menjadi sapi perah yang hasil perahanya sendiri tidak dapat dinikmati rakyat yang hidup di Tanah Melayu Riau sangat dihormati dan bermarwah ini.
Dia menambahkan, berdasarkan hasil studi status gizi indonesia (SSGI), menunjukan prevalensi anak di bawah 5 tahun atau usia balita yang mengalami stunting di Provinsi Riau sebesar 23,3%. Hal ini, kata Wahyu, sebuah ancaman terhadap kualitas Sumber Daya Manusia dan bukti nyata dari ‘tumpulnya’ kesejahteraan Rakyat Riau.
Persoalan lain, fluktuasi harga TBS kelapa sawit di Riau—yang didominasi penurunan harga—sangat kontradiktif dengan harga pembelian pupuk yang semakin meningkat tajam. “Sehingga membuat petani sawit semakin resah dan menjerit,” tuturnya.
Tak hanya sebatas itu, kenaikan harga pembelian pupuk untuk jenis bahan pangan juga tidak kalah meroket juga kenaikan harganya, sehingga harga pangan yang dijual di pasaran secara konsisten terus naik. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bagi penjual dan keresahan bagi pembeli, jika harga sekilo cabai saja bisa seharga sekilo daging sapi.
Wahyu menyebut, alih-alih mendapat kesejahteraan dengan lahan perkebunan sawit terluas di Indonesia, realitas yang dihadapi rakyat Riau adalah, “kesengsaraan melalui kabut asap sebagai dampak dari Karhutla, yang kini sudah mulai terjadi dan dirasakan oleh rakyat Riau,” tuturnya.
Dia juga mengkritik soal tingginya harga bahan bakar minyak (BBM), baik jenis subsidi maupun non-subsidi jika dibandingkan dengan provinsi lain. Padahal provinsi lain bukan daerah penghasil Migas atau produksi Migasnya lebih kecil dari Riau.
Masalah lain yang juga disoroti, yakni mengenai realitas miskinnya infrastruktur di Provinsi Riau, mulai dari jalan, jembatan, gedung-gedung yang masih banyak butuh perbaikan, sangat minim perhatian pemerintah daerah.
“Pemerintah Provinsi Riau jangan sampai menutup seluruh panca inderanya dengan kondisi yang terjadi di tengah-tengah Rakyat Riau saat ini. Euforia semarak HUT Riau ke-65, harusnya menjadi sebuah refleksi mendalam terhadap realitas pelbagai macam permasalahan yang terjadi pada masyarakatnya,” tutur Wahyu.
“Euforia Semarak Hari Ulang Tahun Provinsi Riau yang ke 65 ini tentu tidak akan bertahan lama, sementara kondisi ketidakpastian terhadap kesejahteraan Rakyat Riau sudah sejak lama dirasakan,” sambungnya.
“Oleh karena itu KAMMI Wilayah Riau menghadiahi Pemerintah Provinsi Riau melalui Kado Ulang Tahun Dari KAMMI Riau melalui 6 Pesan Mendalam. Adapun keenam kado tersebut, yakni;
Sumber daya alam melimpah rakyat Riau semakin Susah;
Harga Pangan Semakin Mahal;
Harga Sawit Murah Petani Susah;
Kaya Sumber Daya Alam Miskin Infrastruktur;
Harga Pupuk Tinggi Petani Riau Menjerit;
Kabut Asap mulai kelihatan, Kebakaran Lahan dan Hutan bermunculan. **Rul