Soal Pabrik Uang Palsu di UIN, Ashabul Kahfi Minta Polisi Segera Bongkar dan Siapa Terlibat

DERAKPOST.COM – Ashabul Kahfi, saat ini menyorot kasus dugaan pabrik uang palsu di UIN Alauddin Makassar. Kasus, menyita perhatian.

Termasuk itu dari anggota DPR RI Ashabul Kahfi yang merupa alumni IAIN Alauddin, Makassar. Dikatakan, Polisi disebut telah menggerebek gedung perpustakaan UIN Alauddin tempat memproduksi uang palsu.

Uang palsu diproduksi diperkirakan sudah mencapai ratusan juta. Ashabul Kahfi pun memberikan apresiasi yang tinggi kepada Polres Gowa atas keberhasilan dalam hal membongkar kasus pabrik uang palsu ada  beroperasi di lingkungan Kampus UIN ini di
Makassar.

Ini, merupa langkah positif dalam menjaga kepercayaan masyarakat, terhadap halnya  penegakan hukum. Ia pun mendesak pihak kepolisian untuk menghindari munculnya spekulasi liar yang dapat merugikan citra institusi pendidikan.

“Segera bongkar ini dan ungkap siapa saja yang terlibat dalam kasus ini, serta proses mereka sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,” ujar Ashabul. Ia juga mendukung penuh pernyataan Rektor UIN Alauddin itu ini adalah tindakan oknum.

Untuk itu, ia pun meminta agar polisi terus berkoordinasi dengan pihak kampus dalam penyelidikan ini. Mengingat kasus, diduga terjadi di lingkungan kampus dan libatkan oknum dari dalam institusi, penting untuk memastikan bahwa semua pihak terlibat dapat diproses secara transparan dan adil.

Selain itu, meminta masyarakat untuk tidak memberikan penghakiman yang berlebihan terhadap institusi pendidikan seperti UIN Makassar. Biarkan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya.

“Kita harus bersabar menunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian agar kasus ini dapat diselesaikan dengan tuntas tanpa merusak nama baik lembaga pendidikan,” tambah Ashabul Kahfi.

Ia berharap kasus ini menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk meningkatkan pengawasan di lingkungan kampus dan menjaga kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan.

Kronologi Terbongkarnya Pabrik Uang Palsu

Hal pengungkapan, peredaran uang palsu berawal saat polisi mengamankan seorang terduga pelaku. Pelaku dengan melibatkan pegawai kampus UIN Alauddin.

Kapolsek Pallangga Iptu Firman mengaku kasus tersebut ditangani Polres Gowa. “Di Polres (yang tangani), komunikasi  dengan bapak Kapolres atau Kasat Reskrim,” ujarnya kepada wartawan

Sementara Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Bahtiar tak menampik hal tersebut.
“Sabar dulu ya,” katanya, pada hari Sabtu (14/12/2024). Kasus dugaan peredaran dan produksi uang palsu ini masih dalam pengembangan pihak kepolisian.

Sementara Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis, bahwa  tidak ingin untuk berspekulasi soal uang palsu di UIN Alauddin. Pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan polisi.

“Maaf, ini saya belum bisa menyampaikan (informasi) apa-apa, dikarena belum ada penyampaian resmi dari polisi ke kampus,” kata Prof Hamdan. Menurut Hamdan, jika terbukti melakukan tindak kriminal maka sanksi akademik yang tegas akan diambil.

Ia tegaskan bahwa pelaku yang ditangkap adalah murni oknum. Apalagi ini, informasi yang menyebar di media tersebut hanyalah desas-desus. Polisi, belum mengeluarkan pernyataan detail kasus ini.  (Dairul)

Comments (0)
Add Comment