DERAKPOST.COM – Surat Edaran Pemko Pekanbaru yang meminta siswa/i belajar dari rumah, di tengah memburuk kualitas udara tidak serta-merta membuat seluruh aktifitas pembelajaran di Sekolah As-Shofa berhenti. Sekolah tersebut tetap membuka opsi pembelajaran tatap muka itu, setelah menerima masukan dari orang tua murid.
Sekolah As-Shofa Pekanbaru memberikan klarifikasi ini terkait aktivitas pembelajaran tatap muka, yang di tengah terbitnya surat edaran Pemerintah Kota (Pemko) tersebut, mengenai pembelajaran dari rumah akibat memburuknya itu kualitas udara dan kabut asap. Pihak sekolah ini menegaskan, kalau hal plihan pembelajaran offline juga bukan keputusan sepihak, tapi dari hasil survei.
Sebelumnya, sekolah juga mengaku telah melakukan survei kepada orang tua murid, secara mayoritas menginginkan anak tetap difasilitasi belajar langsung di sekolah. Dan akhirnya, pihak sekolah menegaskan untuk pilihan pembelajaran offline, bukan merupa keputusan sepihak. “Orang tua murid, yang mayoritas meinginkan anak tetap belajar di sekolah,” tulis dalam pesan dikonfirmasi.
Pihak sekolah sebutnya, menyatakan tidak mengabaikan kondisi kabut asap maupun arahan pemerintah. Sekolah justru berikan dua pilihan kepada orang tua murid (OTM), yakni pembelajaran secara daring (online) atau tatap muka (offline). Artinya saat itu, ada dua opsi ditawarkan. Disebut, sekolah juga menjelaskan kalau keputusan diambil setelah sebelumnya itu mengikuti PPJ.
Namun, didalam pelaksanaannya, sekolah menerima banyak masukan dari orang tua agar tetap memberikan kesempatan bagi siswa itu mengikuti pembelajaran secara langsung di sekolah. Masukkan tersebut, ujar pihak sekolah, menjadi salah satunya disampaikan orang tua memiliki aktivitas pekerjaan sehingga memiliki keterbatasan waktu untuk mendampingi anak belajar.
“Beberapa waktu lalu saat kami mengikuti sepenuhnya arahan untuk PJJ. Tapi, pihak sekolah mendapat banyak sekali masukan dari OTM itu agar tetap membuka peluang belajar offline kepada anak-anak. Ini karena latar belakang orang tua yang bekerja dan terbatasnya waktu pendampingan belajar online. Selain itu, orang tua murid menilai fasilitas sekolah mendukung,” tulisnya.
Berharap Karhutla Segera Teratasi
Di kesempatan itu, pihak Sekolah As-Shofa menegaskan kalau pihaknya juga berharap hal persoalan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang menyebabkan kabut asap di Pekanbaru segera teratasi. Agar supaya pada proses belajar mengajar bisa berjalan dengan baik, mengingat sudah cukup lama juga dalam kondisi asap. Dan sudah cukup lama nganggu proses belajar mengajar.
“Kami ini juga mendoakan dan mendukung Pemko atau pihak terkait menyelesaikanya permasalahan Karhutla. Supaya ini segera bisa teratasi, agar proses belajar mengajar bisa berjalan dengan baik,” ungkapnya dari pihak Humas, dikonfirmasi. Sebagaimana diketahui, hal kondisi kabut asap di daerah ini sudah cukup lama mengganggu proses belajar mengajar, juga menjadi keluhan.
Disorot Tetap Buka Sekolah
Sebelumnya, aktivitas pembelajaran di Sekolah As-Shofa menjadi sorotan setelah adanya informasi dari warga yang melihat siswa tetap mengikuti kegiatan belajar di sekolah yang berada di Jalan Tuanku Tambusai Ujung, Pekanbaru. Hal itu kemudian dikaitkan dengan Surat Edaran Wali Kota Pekanbaru terkait pelaksanaan pembelajaran dari rumah akibat memburuknya kualitas udara di Kota Pekanbaru.
Pemko Pekanbaru diketahui mengeluarkan kebijakan yang mengatur pembelajaran bagi siswa PAUD, TK, SD, dan SMP, baik negeri maupun swasta, pada 6-7 Oktober 2026 dilakukan dari rumah. Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah perlindungan terhadap kesehatan siswa menyusul kondisi kualitas udara yang memburuk dan masuk kategori sangat tidak sehat.
Seorang warga sebelumnya mengaku melihat aktivitas belajar mengajar masih berlangsung di Sekolah As-Shofa.
“Tadi saya melintas di Jalan Tuanku Tambusai Ujung. Saya melihat aktivitas belajar di Sekolah As-Shofa. Padahal sudah jelas ada surat edaran yang diterbitkan Pemko Pekanbaru melalui Disdik yang mengatur pembelajaran jarak jauh untuk melindungi kesehatan siswa,” ujar warga tersebut. (Dairul)