DERAKPOST.COM – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto terus bergulir di akar rumput. Di Kecamatan Tualang, tepatnya di Desa Pinang Sebatang Barat, sebanyak 2.477 penerima manfaat mulai dari tingkat PAUD hingga SMA, termasuk balita di Posyandu, telah merasakan dampak nyata dari pemenuhan gizi nasional ini.
Penyaluran yang dikelola oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di bawah naungan Yayasan Pemuda Kuning Berjaya ini memastikan setiap porsi yang sampai ke tangan warga bukan sekadar pengganjal perut, melainkan investasi kesehatan jangka panjang.
Pada penyaluran Rabu (06/05/2026), tim SPPG menyajikan variasi “Menu Makanan Basah” yang terdiri dari nasi, ayam cabai hijau, tahu goreng, serta tumis buncis, jagung, dan wortel. Sebagai pelengkap nutrisi, potongan semangka segar juga disertakan untuk mencukupi kebutuhan vitamin para siswa.
Kepala SPPG Pinang Sebatang Barat, Fadila Afriansyah, menegaskan bahwa pihaknya tidak main-main dalam urusan kualitas. Menurutnya, komposisi makanan telah disesuaikan dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang dibutuhkan oleh tubuh anak dalam masa pertumbuhan.
“Sampai hari ini, relawan kami di lapangan terus bergerak memastikan penyaluran berjalan lancar tanpa kendala berarti. Kami menegaskan bahwa setiap menu yang disusun sudah melalui perhitungan AKG agar tepat sasaran bagi kesehatan penerima manfaat,” ujar Fadila dalam keterangan resminya.
Cakupan distribusi program ini tergolong masif di wilayah Tualang. Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat 16 titik penyaluran yang mencakup berbagai jenjang pendidikan dan fasilitas kesehatan, di antaranya:
Pendidikan Dasar dan Menengah: Mulai dari PAUD dan TK Syarif Ceria, TK Atika Zahra, hingga sekolah dengan populasi besar seperti SDN 07 Pinang Sebatang Barat (338 orang), SMPN 7 (531 orang), dan SMAN 3 Tualang dengan total 641 guru dan siswa.
Fasilitas Kesehatan: Program ini juga menyasar lima Posyandu (Kasih Ibu, Forestry, Harapan Bunda, Pertiwi, dan Selasih) dengan total ratusan balita dan ibu yang mendapatkan intervensi gizi.
Di tengah pengawasan publik terhadap program nasional ini, Fadila menjamin bahwa operasional SPPG Pinang Sebatang Barat dilakukan secara transparan dan profesional. Fokus utama selain nutrisi adalah masalah kebersihan proses pengolahan.
“Kami memastikan relawan bekerja secara profesional sesuai aturan yang berlaku. Keamanan pangan dan higienitas menu adalah harga mati bagi kami dalam menjalankan amanah Presiden ini,” tambah Fadila.
Kehadiran program MBG di Kabupaten Siak, khususnya Kecamatan Tualang, diharapkan mampu menekan angka stunting dan meningkatkan konsentrasi belajar siswa, demi menyongsong generasi emas Indonesia di masa depan. (Berry)