Ratusan Orang Keracunan MBG, Orang Tua Disuruh Buat Perjanjian Tak Cerita di Medsos

DERAKPOST.COM – Ratusan siswa, guru, dan orang tua di Bandar Lampung diduga mealami keracunan makanan setelah dari mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu, 11 Februari 2026. Mereka juga melaporkan ada gejala seperti diare, mual, muntah, dan demam beberapa jam setelah menyantap makanan tersebut.

Selain dugaan keracunan ini, NS salah satu orang tua murid juga menceritakan kepada awak Liputan6.com bahwa keluarganya itu, mengalami gejala pada malam hari setelah anaknya membawa pulang menu MBG dari sekolah. Ia pun mengatakan bahwa saat ini beberapa orang tua, diminta tidak bagikan informasi

“Anak saya bawa pulang karena tidak dimakan di sekolah. Menunya nasi, telur ceplok disiram saus, ada anggur dan sayur. Sore mulai mulas, jam 9 malam sudah diare. Subuhnya bolak-balik BAB dan mual,” ungkap NS seperti dikutip dari laman

NS menambahkan bahwa istrinya sempat berobat jalan sebelum akhirnya dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara selama tiga hari. Mereka baru diperbolehkan pulang pada Senin siang setelah dirawat sejak Sabtu.

NS juga baru mengetahui tentang dugaan keracunan massal setelah pihak sekolah melakukan pendataan terhadap siswa dan guru yang mengalami gejala serupa.

“Pagi-pagi ada telepon dari pihak sekolah mau mendata yang mengalami mual dan diare. Ternyata tetangga saya juga kena, sama persis gejalanya,” tuturnya.

Selain masalah keracunan, NS juga mengungkapkan bahwa ada permintaan dari sejumlah orang tua agar tidak membagikan informasi mengenai kejadian ini di media sosial.

“Ada yang disuruh buat surat perjanjian, tidak boleh ngomong-ngomong atau buat video,” jelasnya

Ia berharap agar pihak penyedia makanan bertanggung jawab dan juga menyediakan posko untuk membantu korban, terutama bagi mereka yang kurang mampu.

Tiga Sekolah Mengalami Kasus Keracunan

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Tumenggung, mengonfirmasi adanya laporan terkait dugaan keracunan massal setelah konsumsi makanan dari MBG di tiga sekolah yang terletak di Kecamatan Kemiling. Sekolah-sekolah tersebut adalah SDN 4 Sumberejo, SD Al Munawaroh, dan SMPN 14 Bandar Lampung.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Kemiling, di SDN 4 Sumberejo tercatat bahwa 77 siswa, 9 guru, dan 1 orang tua guru mengalami keluhan diare. Sedangkan di SD Al Munawaroh, terdapat 64 siswa, 11 guru dan penjaga sekolah, serta 1 orang tua guru yang juga terkena dampak. Dengan demikian, total jumlah korban dari kedua sekolah tersebut mencapai 163 orang.

Di SMPN 14 Bandar Lampung, hasil verifikasi menunjukkan bahwa 43 orang melaporkan gejala yang sama. Dari jumlah tersebut, 37 orang telah menjalani perawatan jalan, sementara enam lainnya dirawat inap di beberapa rumah sakit. Beberapa dari mereka dirawat di RS Bintang Amin, RS Bumi Waras, dan RS Graha Husada.

“Gejala paling cepat muncul pada Rabu sore, yang biasanya diawali dengan demam dan sakit perut, kemudian diikuti dengan muntah dan diare. Ada juga yang awalnya mengalami mata bengkak dan gatal, lalu disusul demam,” jelas Muhtadi pada Senin (16/2/2026).

Hasil investigasi awal dari Dinas Kesehatan setempat menunjukkan bahwa ketiga sekolah tersebut mendapatkan pasokan dari satu SPPG yang berada di Kecamatan Kemiling.

SPPG untuk SLHS Belum Tersedia

SPPG tersebut saat ini belum mendapatkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) karena masih terdapat beberapa standar teknis yang belum dipenuhi.

“Rekomendasi izin belum diterbitkan. Saat ini kami masih menunggu hasil uji laboratorium sampel air dan sisa makanan untuk memastikan sumber permasalahan,” jelasnya.

Dinas Kesehatan telah menginstruksikan Puskesmas untuk terus memantau kondisi para korban, terutama yang sedang menjalani rawat jalan. Selain itu, investigasi menyeluruh terhadap proses produksi makanan di SPPG juga sedang dilakukan untuk memastikan keamanan dan kualitas makanan yang disajikan. (Dairul)

keracunanMBGorangperjanjianTua
Comments (0)
Add Comment