DERAKPOST.COM – Pembangunan pada Proyek enam payung elektrik, di Masjid Raya Annur Riau mendapat kritikan. Tak terkecuali juga dari Ustaz Abdul Somad (UAS) menyindir pekerjaan proyek itu.
Terkait denikian itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menyampaikan terima kasih atas segala kritik dan saran terkait proyek pembangunan payung elektrik di halaman Masjid Raya Annur Pekanbaru yang hingga hari ini belum selesai.
“Kita ini, mendengar banyak sekali kritik dan saran. Atas nama pemerintah, kita ucapkan terima kasih. Ini tentu karena kita semua peduli dan cinta akan Riau,” kata Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Riau, Erisman Yahya, Jumat (30/06/2023).
Namun dalam hal ini, Erisman menegaskan bahwa Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar sebagai orang nomor satu di Negeri Lancang Kuning juga punya harapan dan cinta yang sangat besar.
Justru karena cinta kepada Masjid Raya Annur dan ingin agar masjid milik Pemprov Riau ini lebih bagus, bisa jadi ikon Riau. Karena itu Pemprov Riau menggelontorkan anggaran untuk membangun dan mempercantik masjid itu.
“Tapi kalau ternyata dalam proses pembangunannya ada pihak-pihak yang tidak amanah, tentu juga tidak pas kalau semua itu disebut sebagai kesalahan Pemprov Riau semata,” tegas Erisman dikutip dari cakaplah.com.
Erisman menegaskan bahwa secara aturan, semua proses sudah dilaksanakan dengan baik. Mulai dari tender yang dilakukan secara terbuka hingga penunjukan konsultan perencana dan konsultan pengawas.
“Kalau hari ini kontraktornya tidak bisa menuntaskan pekerjaan sesuai waktu yang telah ditetapkan, ya kan ada proses hukum selanjutnya. Kontraknya diputus dan perusahaannya diblacklist,” sebut Erisman.
Lalu, lanjut Erisman, gubernur juga sudah meminta pihak inspektorat dan BPKP untuk mengaudit pekerjaan ini secara komprehensif.
“Pihak yang salah dan tidak amanah kita minta bertanggungjawab atas masalah ini. Jadi, masih ada proses hukum yang sedang berjalan,” tegasnya.
Erisman juga menjelaskan, bahwa saat ini pihak kontraktor yang telah diputus kontraknya masih berkenan melanjutkan pekerjaan agar payung elektrik bisa terpasang dengan baik.
“Penjelasan dari Dinas PUPR katanya hal itu diperbolehkan pihak LKPP. Ya kita terima kasih, semoga saja payung-payung elektrik itu bisa segera fungsional,” tutupnya.
Sebelumnya, Ustaz Abdul Somad (UAS) mengunggah video yang menyindir proyek payung elektrik Masjid Raya Annur Pekanbaru di akun Instagramnya. Video tersebut menunjukkan kondisi payung elektrik yang rusak parah dan terbengkalai.
UAS, yang dikenal sebagai sosok ulama yang kritis dan karismatik, memberikan caption yang penuh sarkasme di video tersebut. “Yang rindu Masjid Nabawi, silakan datang ke Masjid Raya An-Nur Pekanbaru,” tulis UAS di akun Instagramnya yang memiliki followers 7,5 juta itu.
Unggahan UAS yang bergelar Datuk Seri Ulama Setia Negara dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau ini sontak menuai beragam reaksi dari netizen. Banyak yang menganggap bahwa sindiran UAS ini merupakan bentuk protes terhadap proyek payung elektrik yang gagal dan bermasalah.
Proyek yang dibangun di masa kepemimpinan Gubernur Riau Syamsuar ini seharusnya menjadi salah satu daya tarik Masjid Raya Annur yang megah dan mewah. Namun sampai saat ini masih terbengkalai. **Rul