DERAKPOST.COM – Polisi razia wilayah rawan peredaran narkoba di Pekanbaru. Seperti hal kawasanya Kampung Dalam dan Pangeran Hidayat. Didalam kegiatan ini, sudah mengamankan dua orang yang hasil pemeriksaan urine positif, dan serta ditemukan barang bukti diduga narkotika jenis sabu dan ganja kering, serta senjata tajam
Satuan Reserse Narkoba Polresta dengan personel gabungan menggelar razia, yang dimulai pukul 14.30 WIB itu dipimpin Kasat Resnarkoba Polresta Pekanbaru AKP Noki Loviko. Kegiatan itu, melibatkan personel Ditresnarkoba Polda Riau, Tim Raga, Sat Samapta, Sat Intelkam, Sie Propam, serta Sie Humas Polresta Pekanbaru.
Noki mengatakan, penindakan tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian didalam memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. “Razia ini merupakan upaya kami untuk menekan penyalahgunaan dan peredaran narkotika. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama membantu kepolisian dalam memutus mata rantai peredaran narkoba,” ujar Noki.
Dalam kegiatan operasi tersebut, petugas melakukan pemeriksaan sejumlah orang yang berada di lokasi. Hasil pemeriksaan urine terhadap dua orang berinisial IR dan AF, menunjukan positif methamphetamine. Dari IR, petugas mengamankan satu unit telepon genggam merek Infinix berwarna biru dongker. Sementara dari AF, tidak ditemukan barang bukti.
Petugas juga menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika di kawasan Pangeran Hidayat. Barang bukti tersebut terdiri atas satu plastik klip bening berisi diduga sabu dengan berat kotor 0,17 gram, satu plastik klip bening berisi diduga ganja kering dengan berat kotor 2,82 gram, dua alat isap sabu atau bong, serta tiga senjata tajam.
“Terhadap dua orang hasil pemeriksaan urinenya positif, dilakukan penanganan lebih lanjut sesuai prosedur. Barang bukti yang ditemukan juga akan ditindaklanjuti untuk kepentingan pemeriksaan dan juga proses hukum,” kata Noki.
Selanjutnya, Satresnarkoba Polresta ini mengatakan akan lakukan gelar perkara serta berkoordinasi dengan pihak BNNK dan Kejaksaan untuk menentukan langkah penanganan berikutnya. Noki menegaskan, upaya pemberantasan narkotika Iki sangat membutuhkan dukungan masyarakat agar pengguna mendapatkan penanganan yang tepat dan jaringan peredaran narkoba bisa diungkap. (Ferry)