DERAKPOST.COM – Peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2026 kembali menjadi momentum strategis untuk memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan terhadap keselamatan dan kesehatan kerja di Indonesia. Tema yang diusung tahun ini, “Penguatan Budaya K3 untuk Mewujudkan Pekerja Sehat, Produktif, dan Berdaya Saing”, dinilai sangat relevan dengan tantangan dunia kerja modern yang semakin kompleks dan kompetitif.
Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Ir. Rival Lino, ST., MT., IPU., ASEAN Eng, seorang praktisi dan pemerhati Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang memiliki rekam jejak panjang di bidang pengawasan ketenagakerjaan. Ia pernah menjabat sebagai Pengawas Ketenagakerjaan serta Kepala Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan, dan aktif sebagai narasumber serta pembina K3 di berbagai sektor industri.
Menurut Rival Lino, budaya K3 harus ditempatkan sebagai fondasi utama dalam sistem kerja, bukan sekadar pemenuhan regulasi. Keberhasilan K3 tidak hanya diukur dari kepatuhan administratif, tetapi dari sejauh mana nilai-nilai keselamatan dan kesehatan tertanam dalam perilaku sehari-hari pekerja dan manajemen.
“Budaya K3 yang kuat akan melahirkan pekerja yang sehat secara fisik dan mental, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat daya saing perusahaan dan bangsa. K3 bukan biaya, melainkan investasi jangka panjang,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa penguatan budaya K3 harus dimulai dari komitmen pimpinan tertinggi, didukung sistem manajemen yang konsisten, pelatihan berkelanjutan, serta keterlibatan aktif pekerja. Tanpa keteladanan dan konsistensi, K3 berpotensi berhenti pada slogan dan tidak berdampak nyata di lapangan.
Dalam konteks globalisasi dan perkembangan teknologi, Rival Lino juga menyoroti pentingnya adaptasi K3 terhadap risiko baru, seperti digitalisasi proses kerja, otomatisasi, serta perubahan pola kerja. “Pekerja yang sehat dan selamat adalah prasyarat utama untuk menghadapi persaingan global. Negara dengan budaya K3 yang kuat akan memiliki tenaga kerja yang unggul dan berkelanjutan,” tambahnya.
Melalui Bulan K3 Nasional 2026, ia berharap seluruh pemangku kepentingan pemerintah, dunia usaha, dan pekerja tidak menjadikan peringatan ini sebagai agenda seremonial semata, melainkan sebagai pengingat kolektif bahwa keselamatan dan kesehatan kerja adalah tanggung jawab bersama demi masa depan ketenagakerjaan Indonesia yang lebih berdaya saing. (Dairul)