DERAKPOST.COM – Guna memotivasi semua lini agar bekerja lebih baik lagi, maka Pemko Dumai menggelar “Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemko Dumai Tahun 2027 dan Penandatangan Perjanjian Kinerja Perangkat Daerah Kota Dumai Tahun 2026”, Rabu (28/1/2026).
Mengambil tema “Pemantapan Sistem, Sarana, dan Sumber Daya dalam Mewujudkan Kota Industri yang Unggul”, forum konsultasi digelar di Pendopo Sri Bunga Tanjung, kegiatan diikuti 12 anggota Forkopimda Dumai dan 41 orang perangkat daerah serta pihak terkait lainnya, seperti LPMK dari 38 kelurahan se Kota Dumai, FPK-LKKMD dan penyandang disibalitas
Dalam hal ini, Pemko Dumai mematangkan arah pembangunan daerah. Forum ini menjadi ruang strategis untuk menjaring masukan masyarakat dan pemangku kepentingan terhadap tema pembangunan daerah, yakni Pemantapan Sistem, Sarana dan Sumber Daya dalam Mewujudkan Kota Industri yang Unggul, sekaligus memastikan sinkronisasi program antarperangkat daerah.
Wali Kota (Wako) Dumai, Paisal, menegaskan bahwa salah satu fokus utama pembangunan adalah penanggulangan banjir melalui penataan bantaran sungai yang dilakukan secara bertahap. “Saat ini penyelesaian penataan bantaran sungai Dumai untuk menanggulangi banjir telah masuk ke segmen satu dan dua dari 10 segmen seluruhnya. Kita targetkan tahun 2026 semua segmen sudah selesai,” ujar Paisal.
Paisal dalam sambutannya menerangkan, bagaimana rencana dan target kinerja Kota Dumai sepanjang tahun 2026 dan apa saja yang telah di eksekusi sepanjang tahun 2025. Disaat ini penyelesaian penataan bantaran sungai Dumai untuk menanggulangi banjir telah masuk ke segmen 1 dan 2 dari 10 segmen seluruhnya. Kita targetkan tahun 2026 semua segmen sudah selesai,” demikian ucapan H Paisal, salah satu contoh kinerja Pemko Dumai yang telah dieksekusi sejak tahun 2025.
Sebelumnya, Kepala Bappeda Kota Dumai, Budhi Hasnul, memaparkan gambaran kondisi makro daerah serta arah kebijakan pembangunan. Berdasarkan data 2025, pertumbuhan ekonomi Kota Dumai tercatat sebesar 6,36 persen, dengan tingkat kemiskinan 3,08 persen dan tingkat pengangguran terbuka 4,51 persen. Indeks Pembangunan Manusia berada di angka 77,58, sementara PDRB per kapita mencapai Rp125,011 juta.
Sebagai bagian dari penguatan akuntabilitas, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan perjanjian kinerja perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Dumai sebagai komitmen pencapaian target pembangunan tahun 2026 dan landasan penyusunan RKPD 2027.
Forum konsultasi publik ini juga dimanfaatkan sebagai sarana dialog antara pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat, termasuk LPMK, pelaku usaha, serta organisasi kemasyarakatan, untuk menyampaikan aspirasi dan masukan terhadap rencana pembangunan Kota Dumai ke depan.
Forum konsultasi juga diisi dengan sesi tanya-jawab Wako Paisal dengan peserta, terutama dari LPMK dan ditutup dengan penandatanganan perjanjian kinerja perangkat daerah Pemko Dumai.
Acara selanjutnya tanya jawab dipandu langsung oleh Wako Paisal. (Fauzy)