DERAKPOST.COM – Kericuhan yang terjadi di Gedung DPRD Riau, antara dua pasukan anggota DPRD Riau dari Fraksi Golkar, hari Kamis (17/72026). Hal bentrok melibatkan orang luar tersebut, dipertanyakan tingkat pengamanan lembaga ini.
Diketahui kericuhan yang terjadi di Gedung DPRD Riau, yaitu ketika usai rapat Banggar bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Riau yang berujung dengan bentrok meibatkan massa dari luar gedung. Hal itu, menjadi sorotan didalam pengamanan.
Sorotan terkait tenaga pengaman lembaga DPRD Riau ini, seperti hal dipaparkan Idris selaku Direktur LSM Benang Merah, dalam keterangan kepada wartawan. Dikatakanya hal efektivitas anggaran keamanan gedung rakyat tersebut juga patut dipertanyakan.
Ia mempertanyakan kinerja akan hal Jasa Keamanan di DPRD Riau yang dikelola oleh PT Praja Putra Wangsa. Pasalnya itu tahun 2026, hal anggaran digelontorkan terbilang sangatlah fantastis, yaitu Rp5.826.907.980 yang ditera didalam APBD Provinsi Riau.
Terkait ini, Idris menilai jumlah personel itu yang berjaga saat bentrokan terjadi sangat minim dan tidak sebanding besaran halnya anggaran. Sebab menurutnya dengan dana sebesar itu, idealnya ini penyedia jasa bisa mesiagakan tenaga pengaman memadai.
“Ini anggaran cukup fantastis. Yakni sekitar Rp5.826.907.980. Anggaran yang fantastis, setidaknya ada sediakan tenaga keamanan yang besar. Security Officer setidaknya 80 orang, Komandan Regu (Dandru) per Shift 2 orang, Chief atau Koordinator,” ujarnya.
Disebutkan dia, kecuali anggarannya tidak ada atau terbatas. Tapi diketahui anggaran tersebut Rp5.826.907.980. Nyatanya kalau melihat dari kondisi lapangan, tidak sesuai. Pasalnya, dari video kericuhan beredar. Hal massa tak sampai 50 orang yang bentrok.
“Dari video beredar itu, nyaris hanya terlihat beberapa orang security. Jikalau dihari-hari biasa tanpa ada rapat penting itu mungkin saja. Ini ada agenda, namun security yang kelihatan cuma segitu? Ini yang patut juga dipertanyakan hal pengaman,” ujar Idris.
Diketahui, berita sebelumnya. Bentrok yang diduga berawal perselisihan diantara kedua anggota DPRD Riau Parisman Ikhwan serta Indra Gunawan, yang berasal Fraksi Golkar. Kemudian itu, berlanjut menjadi bentrokan ini antar kelompok pendukung tersebut. (Dairul)