DERAKPOST.COM – Dimana diketika Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI, di Jakarta, Simon Aloysius Mantiri telah melaporkan halnya temuan cadangan Migas baru di WK Rokan dengan menyebut cadangan diperkirakan telah mencapai 724 juta barel setara minyak (BOE).
Menyikapi dari dipaparkan tersebut, Ketua Pusat Studi Migas dan Lingkungan FT dari Universitas Islam Riau (UIR), Prof. Dr. Eng. Ir. Muslim, ST, MT, IPU inipun angkat bicara soal adanya pernyataan atau statmen oleh Direktur Utama PT Pertamina (Persero) itu. Kata dia, kalau angka tersebut cukup besar, mendekati satu miliar barel. Namun, dalam hal ini informasi disampaikan masih belum lengkap dan akurat.
“Jikalau dilihat angka tersebut cukup besar, mendekati satu miliar barel. Namun, dalam hal ini informasi disampaikan masih belum lengkap dan akurat. Bahkan, hal klasifikasi industri migas, yakni terdapat tiga kategori cadangan: proven (terbukti itu kepastian 90 persen), probable (mungkin itu 50 persen), dan possible (kemungkinan, di bawah 50 persen),” sebutnya.
Pakar perminyakan inipun, menilai bahwa informasi yang disampaikan masih belum lengkap. Sebab hingga kini, belum ada itu menjelaskan halnya cadangan ditemukan, termasuk dalam kategori yang mana. Maka kata dia, belum bisa dipercaya yang sudah dipaparkan Simon Aloysius Mantiri, selaku
Direktur Utama PT Pertamina.
Selain itu, PHR saat ini diketahui tengah aktif melakukan pengeboran unconventional drilling di beberapa titik, seperti Lapangan Kelok dan Gulamo. Kedua lapangan tersebut diklaim memiliki cadangan minyak konvensional. Namun belum jelas apakah temuan 724 juta BOE tersebut berasal dari pengeboran unconventional atau bukan.
“Jika cadangan itu berasal dari lapisan batuan dengan permeabilitas rendah, maka perlu pengujian lebih lanjut untuk memastikan apakah dapat diproduksi dengan teknologi yang ada dan masuk kategori proven,” ujar Muslim.
Meski demikian, ia mengapresiasi capaian tersebut sebagai bagian dari upaya PHR meningkatkan produksi nasional. Sejak alih kelola Blok Rokan dari PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) ke Pertamina pada 2021, pemerintah menargetkan peningkatan signifikan dari wilayah tersebut.
“Jika temuan ini bisa diproduksikan, tentu akan memberikan kontribusi penting bagi pendapatan nasional dan daerah, khususnya Riau,” kata Muslim. WK Rokan merupakan salah satu wilayah kerja migas terbesar di Indonesia, dengan kontribusi signifikan terhadap produksi minyak nasional. (Dairul)