Pacu Jalur 2026 di Kuansing Gemerlap, PAD Cuma Rp792 Juta: Parkir dan Pedagang Jadi Sorotan

DERAKPOST.COM – Gemerlap Festival Pacu Jalur 2026 di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), ternyata itu belum sebanding dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang masuk ke kas daerah.

Selama lima hari festival, kawasan pusat kegiatan dipadati masyarakat, wisatawan, pedagang hingga kendaraan. Namun, PAD yang berhasil dihimpun dari sektor pajak dan retribusi tercatat sekitar Rp792 juta.

Angka itu memang naik sekitar Rp200 juta dibandingkan hal pelaksanaan 2025 yang menghasilkan sekitar Rp594 juta. Namun, capaian itu masih di bawah target minimal Rp1 miliar yang sebelumnya digaungkan untuk pelaksanaan festival tahun ini.

Kondisi tersebut menjadi sorotan dalam rapat evaluasi PAD Festival Pacu Jalur 2026 di Ruang Multimedia Kantor Bupati Kuansing, Selasa (1/9/2026).

Rapat dipimpin Pj Sekda Kuansing Muradi bersama Tim Percepatan PAD melibatkan unsur Kejaksaan Negeri Kuansing dan Polres Kuansing. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dimintai penjelasan terkait realisasi penerimaan selama festival.

Salah satu sektor yang mendapat sorotan tajam adalah parkir. Seperti hal dipapatkan Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana melalui KBO Sat Reskrim Polres Kuansing IPTU Romlan pertanya realisasi retribusi parkir tepi jalan umum hanya dilaporkan sekitar Rp57 juta.

Padahal, selama festival, Jalan Soedirman, kawasan Limuno dan sejumlah ruas jalan lainnya dipenuhi kendaraan. Bahkan, juga diketahui kendaraan terparkir di kedua sisi badan jalan.

Romlan inipun, kemudian mengkalkulasi sederhana angka tersebut. Jika Rp57 juta dibagi lima hari pelaksanaan festival, penerimaan parkir tepi jalan umum hanya sekitar Rp11,4 juta per hari.

“Misalnya retribusi parkir tepi jalan umum, sepanjang Jalan Soedirman, Limuno dan ruas jalan lainnya itu penuh kendaraan di dua sisi badan jalan selama Festival Pacu Jalur. Namun itu dilaporkan hanya sekitar Rp57 juta,” ujar Romlan.

Menurut dia, bahwa angka tersebut perlu dicermati lebih dalam. Sebab itu dikalikan selama lima hari festival, parkir tepi jalan umum hanya menghasilkan Rp11,4 juta per hari. Angka tersebut sangat tidak masuk akal,” katanya.

Total PAD yang disetorkan Dishub selama Festival Pacu Jalur disebut hanya sekitar Rp112 juta. Angka tersebut mencakup retribusi parkir tepi jalan umum, pengelolaan terminal serta pemanfaatan lahan parkir di sejumlah aset daerah.

Padahal, sejumlah aset Pemkab Kuansing juga digunakan untuk aktivitas parkir selama festival. Di antaranya Lapangan Limuno dan Hutan Kota Pulau Bungin.

Kondisi itu memunculkan pertanyaan dalam rapat evaluasi: sudahkah seluruh potensi parkir dan pemanfaatan aset daerah selama festival dicatat serta disetorkan secara optimal ke kas daerah?

Sektor Perdagangan Ikut Disorot

Selama lima hari festival, kawasan pusat kegiatan itu dipenuhi pedagang makanan, minuman, suvenir hingga berbagai produk lainnya. Ribuan masyarakat dan wisatawan turut menggerakkanya roda perekonomian.

Namun hal realisasi PAD dari sektor Dinas Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian (Kopdagrin) dilaporkan sekitar Rp465 juta. “Yang dilaporkan ini hanya sekitar Rp465 juta. Padahal disaksi, ada berapa banyak pedagang yang berjualan,” ujarnya.

Angka tersebut kembali memunculkan pertanyaan apakah hal seluruh potensi penerimaan dari aktivitas perdagangan selama festival itu telah tergarap secara maksimal.

Meski demikian, rapat evaluasi tersebut belum dapat dijadikan suatu dasar untuk menyimpulkan adanya penerimaan yang tidak masuk ke kas daerah. Evaluasi yang dilakukan adalah mencocokkan potensi penerimaan terlihat di lapangan.

Pj Sekda Kuansing Muradi mengatakan seluruh PAD yang dihasilkan dari selama Festival Pacu Jalur akan melalui proses audit. “PAD yang dihasilkan akan diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),” kata Muradi.

Menurut Muradi, evaluasi tersebut penting untuk membenahi sistem pengelolaan PAD pada pelaksanaannya Festival Pacu Jalur berikutnya. Disebab, festival yang mampu datangkan ribuan masyarakat dan beserta wisatawan, jangan sekedar meninggalkan kemeriahan.

Dia juga menegaskan Festival Pacu Jalur seharusnya itu tidak hanya menghasilkan kemeriahan, tetapi juga bisa memberikan hal kontribusi nyata terhadap pendapatan daerah. Maka itu, sudah seharusnya even Pacu Jalur ini jadi penyumbang PAD. (DeHa)

 

jalurKuansingPacupadparkir
Comments (0)
Add Comment