DERAKPOST.COM – Petugas kepolisian didampingi pihak terkait melakukan olah TKP di lokasi ledakan pipa gas PT GTI di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), hari Ahad (4/1/2026).
Sebagaimana diketahui, Polres Inhil telah menggandeng Tim Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Riau untuk hal mengusut tuntas kebakaran yang diduga kuat dipicu ledakan pipa gas milik PT TGI berada di Dusun Nibul, Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Jumat (2/1/2025),
lalu.
Dikutip dari laman Riaupos. Olah TKP yang dilakukan ini secara menyeluruh di lokasi kebakaran, Ahad (4/1/2025) untuk halnya mengungkap penyebab pasti insiden yang sempat menimbulkan kepanikanya warga serta berpotensi bahayakan keselamatan publik.
Tim Bidlabfor memeriksa titik awal kebakaran, struktur pipa gas, mengamankan barang bukti, dan data teknis yang diperlukan dalam proses penyelidikan. Saat olah TKP, Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora SIK didampingi Wakapolres Kompol Maitertika dan Kasatreskrim AKP Budi Winarko.
Langkah ini menegaskan keseriusan Polres Inhil dalam menangani peristiwa yang berdampak luas terhadap masyarakat. Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora menegaskan, pihaknya tidak akan berspekulasi sebelum hasil pemeriksaan forensik keluar.
“Kami menunggu hasil olah TKP dan analisis laboratorium forensik untuk memastikan penyebab kebakaran. Semua akan ditangani secara profesional dan transparan,” tegasnya, Ahad (4/1/2025).
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Saat ini, penyelidikan masih terus berjalan dengan koordinasi lintas instansi hal memastikan aspek keamanan, keselamatan warga, serta kepastian hukum atas peristiwa tersebut.
Diberitakan sebelumnya, terdata 10 warga mengalami luka bakar akibat ledakan pipa gas PT GTI, Jumat (2/1/2025), pekan lalu. Selain itu empat unit rumah dilaporkannya mengalami rusak berat, tiga rumah rusak ringan, satu gudang alat berat mengalami kerusakan ringan, tujuh unit mobil holing terdampak (satu unit rusak berat dan enam unit rusak ringan), dan delapan sepeda motor dilaporkan rusak berat.
Bahkan dua kebun warga seluas kurang lebih empat hektare juga ikut terdampak. Kebun tersebut masing-masing milik Suwardi seluas sekitar tiga hektare dan Ucok sekitar satu hektare. Saat ini 17 jiwa dari 5 Kepala Keluarga (KK) terdampak mengunsi secara mandiri. (Dairul)