DERAKPOST.COM – Kondisi kabut asap di sejumlah wilayah Provinsi Riau kian tebal. Hal itu, seperti di Kota Pekanbaru merupa Ibukota Provinsi Riau ini, pada hari Selasa hingga Rabu, berlakukannya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa/i. Namun, hal berbeda di Kabupaten Pelalawan.
Diketahui, bahwa kondisi kabut asap pada wilayah Kabupaten Pelalawan dengan ada kabut asap makin tebal, tetapi hingga saat ini Pemkab Pelalawan melalui pihak Dinas Pendidikan (Disdik) belum menerbitkan itu Surat Edaran yang sebagaimana mestinya. Yaitu dengan alasan bahwa ISPU dari DLH Pelalawan berstatus masih sedang.
Padahal, diketahui kabut asap yang pekat akibat adanya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) semakin membara dan selimuti di berbagai wilayah Kabupaten Pelalawan, pada hari ini. Jarak pandang juga menurun drastis, dan bau keladak menusuk hidung. Tetapi pihak Disdik setempat memastikan belum mengambil opsi meliburkan.
Hal itu seperti disampaikannya Plt Kepala Disdik Leo Nardo, kepada wartawan. Kata dia, untuk saat ini bahwa dari pihak dinas masih memantau akan hal Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU). “Hingga, saat ini aktivitas belajar-mengajar pada tingkat PAUD dan TK tetap berjalan seperti biasa,” ungkap Leo, dikonfirmasi hari Rabu.
Seperti dikutip dari laman SekataNews. Ia juga menambahkan, kendati hal demikian itu, tetap diimbau kepada pihak sekolah ini dengan ketat mengawasi atau mengurangi aktifitas siswa/i di luar ruangan dan wajib mengenakan masker. Sebab memang saat ini, kondisi terlihat kabut asap tebal, tetapi status ISPU DLH itu, kondisi sedang.
Kesempatan itu, Leo juga menambahkan, adapun dasar Disdik mengacu pada ISPU yang dikeluarkanya DLH, sedangkan ISPU menurut DLH Pelalawan perhari ini masih menunjukkan status atau konsidi sedang. “ISPU dari DLH Pelalawan sedang, belum keluarkan edaran (libur). Maka, kita tetap laksanak belajar tatap muka,” ujarnya.
Namun diketahiui juga. Dengan keputusan demikian itu, memicu kekhawatiran besar di kalangan orang tua murid. Sebab cemas akan kesehatan pada anak-anak usia dini. Sebab ini sangat rentan terhadap penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) ini yang diakibatkanya dari paparan asap kian memburuk untuk pada saat sekarang. (Dairul)