DERAKPOST.COM – Pelebaran Jalan Sultan Syarif Kasim di Kota Pekanbaru ini menuai keluhan bagi warga. Jalan diperlebar untuk memperlancar arus lalu lintas, tetapi justru dimanfaatkan tempat parkir antar jemput siswa. Terutama di kawasan SMAN 1 dan SMPN 1 Pekanbaru.
Berdasar pantauan di lapangan, ruas jalan itu di depan Masjid Agung An-Nur tersebut memiliki enam lajur. sebagian badan jalan digunakan itu untuk parkir kendaraan roda empat milik wali murid maupun juga pihak sekolah. Kondisi ini dikeluhkan pengguna jalan.
Sebab, pelebaran jalan dengan semestinya membuat arus kendaraan bisa lebih lancar, bukan justru menambah persoalan akibat ada kendaraan parkir. “Saya heran melihat pelebaran ini,” ujar Achmad, salah seorang warga.
Menurut Achmad, pelebaran Jalan Sultan Syarif Kasim dilakukan agar akses kendaraan lebih mudah dan kemacetan dapat dikurangi. Namun, kondisi di lapangan dinilai tidak sesuai dengan tujuan tersebut.
“Dalam pelaksanaannya, Jalan Sultan Syarif Kasim malah dijadikan tempat parkir kendaraan wali murid, siswa, bahkan guru SMAN 1 dan SMPN 1 Pekanbaru. Ini artinya sudah tidak sesuai dengan tujuan awal,” katanya.
Dia menilai, kendaraan yang parkir sembarangan membuat pemanfaatan jalan menjadi tidak maksimal. Situasi semakin semrawut saat jam pulang sekolah, ketika kendaraan yang menjemput siswa memenuhi sebagian ruas jalan.
Akibatnya, pengguna jalan lain harus berbagi ruang dengan kendaraan yang parkir di badan jalan. Kondisi tersebut dikhawatirkan menghambat kelancaran arus lalu lintas, terutama pada jam-jam sibuk.
Achmad berharap Pemerintah Kota Pekanbaru dan Pemerintah Provinsi Riau turun tangan menertibkan parkir di kawasan tersebut.
“Kami berharap pemerintah kota dan provinsi bisa menertibkan parkir di sana. Jangan sampai jalan yang sudah diperlebar justru tidak berfungsi sebagaimana mestinya,” tutupnya. (Irsyad)