DERAKPOST.COM – Di karena belum juga kembalikannya harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit, ke level semula usai sempat turun dalam beberapa pekan terakhir. Hal itu, Menteri Pertanian (Mentan) RI Amran Sulaiman melaporkan sekitar 270 hingga 300 pihak perusahaan ke aparat penegak hukum.
Amran mengatakan, langkah itu dilakukan untuk hal melindungi sekitar 15 juta petani sawit itu yang terdampak penurunan harga TBS sawit, yang ditengah kenaikanya harga minyak sawit mentah atau CPO dunia, dan pada pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Ini katanya, yang harus dilakukan dengan tegas.
“Dari total 1.900 perusahaan yang bergerak sektor kelapa sawit. Itu, masih ada kurang lebih 270 sampai 300 yang belum kunjung menaikkan harga. Maka data ini kami akan kirim langsung ke Polda, dan tembusan ke Kapolri, Kapolda, dan Dirkrimsus hal untuk ditindaklanjuti,” ujar Amran saat konferensi pers di Kantor Kementerian Pertanian.
Dikutip dari laman CNNIndonesia. Dalam hal ini, dia menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan ada praktik yang dinilai merugikan petani. Menurutnya, harga TBS itu seharusnya tidak turun karena kondisi pasar global justru mendukung kenaikan harga. Amran mengungkapkan sebagian besar harga TBS saat ini mulai pulih.
Berdasarkan laporan diterimanya, ungkap dia, bahwasa ada sekitar 70 persen harga sawit di tingkat petani yang telah kembali normal. “Alhamdulillah tadi laporan sudah 70 persen, sudah berangsur-angsur pulih. Mulai hari ini harus kembali 100 persen,” ujarnya.
Ia menyebut harga TBS yang sebelumnya berada di kisaran Rp3.200 hingga Rp3.600 per kilogram yang harus kembali mengikuti harga acuan ditetapkan pemerintah daerah setempat, yaitu melalui peraturan gubernur masing-masing.
Menurut Amran, anjloknya harga TBS itu beberapa waktu lalu merupakan kondisi yang tidak wajar. Sebab, harga CPO global sedang naik, sementara nilai tukar rupiah yang telah menyentuh kisaran Rp18 ribu per dolar AS seharusnya dapat memberi keuntungan tambahan bagi komoditas ekspor seperti sawit.
“Anomali. Harusnya tidak terjadi. Kenapa? Harusnya itu harga naik 10 persen, justru turun,” ujarnya. Dia bahkan menilai harga TBS saat ini semestinya bisa lebih tinggi dibandingkan level sebelumnya. Bahkan, harusnya naik 10 persen daripada harga sebelumnya. Karena ada selisih nilai dolar sekarang Rp18 ribu. (Dairul)