DERAKPOST.COM – Komunitas Cinta Indonesia (KCI) mendesak dari pihak aparat penegak hukum, segera melakukan hal audit investigatif menyeluruh terhadap seluruh dapur MBG dikelola Yasika Group. Demikian disampaikan Aldy Maulana.
Desakan ini, disampaikan pasca ditangkap mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). Ia mengatakan, memicu efek domino yang luas akanya kredibilitas tata kelola dalan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai wilayah Indonesia.
Dikutip dari laman KabarBaru. Kini, sorotan tajam publik juga tertuju pada usaha gurita pengelolaan 41 dapur MBG, yang berada di Provinsi Sulawesi Selatan di bawah kendali Yayasan Yasika Group. Yayasan itu, saat ini dikelola putri kandung Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Yasir Machmud.
Ketua Umum KCI Aldy Maulana menyebut, hubungan kekerabatan diantara pengelola proyek negara bernilai fantastis ini dengan elite politik daerah memicu kekhawatiran publik akan adanya pada potensi benturan kepentingan (conflict of interest).
Aldy Maulana, mendesak aparat penegak hukum itu untuk segera melakukan audit investigatif menyeluruh terhadap seluruh dapur MBG dikelola oleh Yasika Group. Ini katanya, setelah kasus korupsi menyeret mantan petinggi BGN tersebut terungkap.
“Maka itu, seluruh mitra swasta maupun yayasan yang mengelola program dalam skala besar wajib diaudit secara terbuka,” katanya. KCI yang mendesak agar proses perizinan 41 dapur milik Yasika Group itu, diperiksa kembali secara rigid. Begitu pula dengan alur penggunaan anggarannya.
Disebutkan dia, pemeriksaan independen sagat krusial untuk memastikan bahwasa tidak terjadinya penyimpangan. Misalnya, spesifikasi gizi, penggelembungan dana (mark-up), ataupun praktik monopoli kuota dapur itu memanfaatkan pengaruh jabatan politik orang tua di tingkat regional.
Langkah kritis yang disuarakan KCI sejalan dengan besar anggaran negara yang sudah digelontorkan program strategis nasional ini. Dimana, berdasarkan data Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), alokasi APBN 2026 untuk program MBG sebesar Rp268 triliun. (Dairul)