PEKANBARU, Derakpost.com – Saat ini, kasus wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menyerang ternak mulai meluas di Provinsi Riau. Tercatat ada sebanyak tujuh kabupaten/kota yang terdampak, dan terbanyak di Kabupaten Bengkalis.
Demikian disampaikanya Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Riau Herman. Ketujuh kabupaten/kota itupun adalah Palalawan, Rokan Hulu (Rohul), Siak, Indragiri Hilir, Bengkalis, Kampar, dan Inhu. Ini dengan total menjadi 862 kasus.
“Saat ini, hal PMK sudah melanda tujuh kabupaten/kota. Antara lain Palalawan, Rokan Hulu (Rohul), Siak, Indragiri Hilir, Bengkalis, Kampar, dan Inhu. Ini dengan total menjadi 862 kasus. Rincianya dua ekor mati, 193 ekor sembuh, serta 667 ekor sisa kasus,” ungkap mantan Kadis PUPR Meranti ini.
Dikutip dari antarariau.com. Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan, Faralinda mengatakan kasus ternak terserang PMK terbanyak ada di Bengkalis 100 ekor, Rokan Hulu (Rohul) 53 ekor, Siak 26 ekor, Indragiri Hilir (Inhil) 24 ekor, Kampar 16 ekor, dan Indragiri Hulu (Inhu) 6 ekor.
Katanya, krena kasus terus bertambah, pemerintah berupaya beri vaksin hewan ternak sapi untuk menekan penyebaran virus PMK itu. Lalu untuk persiapan hari raya Idul Adha pembelian hewan kurban dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan. Hal tersebut agar masyarakat bisa nyaman saat berkurban.
Lalu katanya, diharap Dinas Peternakan kabupaten/kota itu menggandeng pihak MUI Riau dalam halnya melakukan rapat koordinasi persiapan jelang Idul Adha 2022. Sebab syarat sapi dikurbankan itu harus seusai dengan ketentuan agama, adalah dalam kondisi sehat. ** Rul