Ketum Perindo Hary Tanoe Diminta Cabut Pernyataan Tionghoa Dukung Pilihan Presiden Jokowi

DERAKPOST.COM – Sejumlahan pihak dari etnis Tionghoa mengkritik keras pernyataan Ketua Umum (Ketum) Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo yang telah mengatakan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) dan juga masyarakat Tionghoa mendukung siapa pun calon presiden didukung Presiden Joko Widodo pada Pilpres 2024.

Peringatan itu seperti disampaikan oleh tokoh masyarakat Tionghoa Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Iskandar ST. Sebab, dia menilai PSMTI itu tak boleh ditarik dalam ranah politik praktis. “Saya sebagai keturunan Tionghoa ini sangat keberatan dan menyesalkan pernyataan Ketum Perindo itu,” katanya.

Dikutip dari Tempo.co. Iskandar ST juga menilai PSMTI tak boleh ditarik dalam ranah politik praktis. Karena pernyataan disampaikan Hary Tanoe itu seolah-olah seluruh orang Tionghoa ini menyatakan dukungan seperti yang disampaikan Hary Tanoe. Padahal kenyataannya tidak begitu.

Dia menegaskan, Hary Tanoe itu tidak boleh menyeret-nyeret identitas
Tionghoa ke dalam pergelutan dunia politik praktis. Kalau mau mengajak, dia harus merangkul orang Tionghoa masuk ke partai politik supaya bisa menyampaikan aspirasi politik ke partai yang dipilih, sesuai hati nuraninya. Apalagi, menurut dia PSMTI adalah organisasi sosial.

“Ini kan tidak, dia langsung mengklaim. Seolah-olah 7 juta orang Tionghoa yang disebut-sebut sebagai besar tergabung di PSMTI sudah pasti mendukung Capres yang didukung Jokowi. Gak betul itu, masih banyak orang Tionghoa yang tidak terlibat politik praktis, dan belum tentu setuju dengan Capres yang didukung Jokowi,” kata dia.

Iskandar mengingatkan agar orang Tionghoa jangan mau dijadikan tumbal politik atau kuda tunggangan yang akhirnya menjadi kambing hitam dan korban. Tambahnya, jika ada orang Tionghoa yang ingin berpolitik maka masuklah ke partai politik. Sampaikan aspirasi politiknya di masing-masing partai yang ada tanpa tekanan.

Ia menambahkan, organisasi orang Tionghoa di Indonesia bukan hanya PSMTI dan tidak semua orang Tionghoa bergabung di PSMTI. Oleh sebab itu, pernyataan Hary Tanoe tidak mewakili masyarakat Tionghoa Indonesia secara keseluruhan.

“Saya ingatkan agar Ketum Partai Perindo itu menarik pernyataannya karena bisa membuat kegaduhan dan kubu-kubu di antara orang Tionghoa. Orang Tionghoa punya pilihan masing-masing. Jadi jangan asal mengklaim, mengatasnamakan masyarakat Tionghoa seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya. Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo atau HT) menyatakan, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) dan masyarakat akan mendukung calon presiden (capres) yang dijagokan Presiden Joko Widodo alias Jokowi. “PSMTI juga menegaskan ingin sekali siapapun nanti yang didukung oleh Pak Jokowi, tentunya akan didukung juga oleh PMSTI,” kata HT.

Hal itu disampaikan kepada wartawan yaitu usai pertemuan bersama Jokowi dengan pengurus PSMTI di Istana Kepresidenan Jakarta, pada hari Senin (15/5/2023), seperti dikutip dari Liputan6.com. HT mengklaim ada 7.000.000 lebih warga Tionghoa di Indonesia, mayoritas merupakan pengusaha.

“Ya kalau sikap PSMTI mendukung apa yang sudah dilakukan beliau dan yang diharapkan ada kontinuitas, secara implisit memang seperti itu apa yang didukung beliau pasti didukung. Intinya PMSTI menegaskan perlunya keberlanjutan, kontinuitas, apa yang sudah dicapai oleh beliau, baik secara ekonomi, secara politik,” sambung HT. **Rul

HaryPerindoTanoe
Comments (0)
Add Comment