Ketum DPH LAMR Kabupaten Meranti Datuk Seri Afrizal Cik Ingatkan Pembinaan Generasi Muda di Tengah Isu LGBT

DERAKPOST.COM – Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Kepulauan Meranti, Datuk Seri Afrizal Cik, S.Sos., M.Si., mengatakan pembinaan generasi muda tidak seharusnya baru dilakukan setelah muncul persoalan.

Menurut Afrizal Cik, nilai Melayu yang menjunjung adab, marwah, sopan santun dan tanggung jawab keluarga perlu terus ditanamkan sejak dini. “Halnya persoalan pergaulan pelajar yang dikaitkan dengan isu lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) di Kepulauan Meranti jadi perhatian LAMR. Kondisi ini dinilai jadi momentum memperkuat pendidikan karakter, nilai agama dan budaya Melayu di kalangan generasi muda,” katanya.

Ia menegaskan, ingin anak-anak Meranti berilmu, berakhlak, memahami adat dan memiliki masa depan baik. Pendidikan karakter dan nilai Melayu harus terus diperkuat. Hal itu diungkapkan menyusul
Pemberitaan mengenai dugaan persoalan relasi antarpelajar yang dikaitkan dengan LGBT di salah satu SMA sederajat di Kepulauan Meranti.

Afrizal Cik menilai persoalan pergaulan remaja tidak bisa dibebankan kepada sekolah seorang diri. Keluarga, pemerintah, tokoh agama, masyarakat hingga lembaga adat memiliki peran dalam menciptakan lingkungan mendukung tumbuh kembang anak. “Jangan hanya menyalahkan anak. Lingkungan pergaulan, pengawasan keluarga, media sosial dan komunikasi dengan orang tua juga harus menjadi perhatian,” katanya.

Sebagai lembaga adat, LAMR Meranti memiliki tanggung jawab moral untuk ikut memperkuat nilai budaya Melayu di tengah perubahan pola pergaulan dan derasnya arus informasi yang diterima generasi muda. Afrizal Cik mendorong pendidikan adat, agama dan karakter dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan keluarga, sekolah serta berbagai unsur terkait.

Diberitakan sebelumnya. Seperti dikutip dari laman Goriau. Sebelumnya, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA sederajat Kepulauan Meranti, Poyadi, membenarkan adanya persoalan relasi antarpelajar yang dikaitkan dengan isu LGBT di salah satu sekolah.

Poyadi mengatakan pelajar yang bersangkutan telah mendapatkan pembinaan dari pihak sekolah. Ia berharap persoalan tersebut turut mendapat perhatian berbagai pihak sehingga pendampingan terhadap pelajar tidak hanya dibebankan kepada sekolah. (AtanSyam)

 

Comments (0)
Add Comment