Ketum DPH LAMR Datuk Seri Taufik Ikram Jamil Ingatkan Kampar Jangan Lupakan Sejarah Besarnya

DERAKPOST.COM – Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian Lembaga Adat Melayu Riau (Ketum DPH LAMR) Datuk Seri Drs H. Taufik Ikram Jamil, dengan bersama tokoh masyarakat lainnya menghadiri kegiatan HUT ke-76 Kabupaten Kampar, hari Jumat (6/2/2026) di Bangkinang.

Dikesempatan itu, saat ditanya wartawan terkait kesannya menghadiri kegiatan ini, mengatakan, Kabupaten Kampar itu tidak boleh melupakan sejarah besarnya seperti halnya keberadaan Sriwijaya yang pernah bertapak kokoh di tanahnya. Sebaliknya, kenyataan ini harus senantiasa digaungkan dalam kesempatan apa pun. Bukan dengan menepuk dada, tetapi harus memuliakan manusia untuk kejayaan masa mendatang.

Didalam kegiatan memperingati Hari Jadi Kabupaten Kampar ke-76, yang bertempat Gedung Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kampar, tersebut. Ia didampingi Bendahara Umum LAMR Datuk M. Fadhli, S. Kom dan Penyelaras Bidang Pendidikan yang juga peneliti budaya Datuk H. Syaiful Anwar, M. Pd.

Memperingati hari jadi Kampar ditandai dengan Rapat Paripurna Khusus DPRD Kampar yang dipimpin H. Ahmad Taridi, S. H. Sidang ini dihadiri Bupati Kampar Ahmad Yuzar S.Sos, MT dan wakilnya Dr. Hj. Misharti, S.Ag, M.Si , serta Forkompinda Kampar. Plt Gubernur Riau diwakili Sekda Dr H. Syahrial Abdi. Tampaknya mantan bupati dan Gubernur Riau Brigjen (TNI) Saleh Djasit, S. H. dan mantan Ketua MUI Riau Prof Dr Ilyas Husti, M.A.

Datuk Seri Taufik mengaku terkilan-kilan kalau sejarah Kabupaten Kampar hanya dirunut dari masa kolonial dengan elemen penerintahannya saja. “Ini jadi tidak asyik, ketika hanya jejak masa kolonial itu yang dibaca pada rapat paripurna DPRD Kampar sempena hari jadi tadi, ” kata Datuk Seri Taufik.

Nama Kampar itu sendiri, kata Datuk Seri Taufik, sudah di lidah dunia sebelum masehi. Hal ini semakin bermakna ketika Sriwijaya mengepakkan sayapnya dari sini dengan menghimpun kekuatan Melayu sejak awal Masehi, persisnya di Muara Takus. Berbagai elemen budaya mekar, termasuk bahasa Melayu menjadi linguafranca. Belum lagi penyebaran Islam yang ditandai surat Maharaja Melayu di Kanpar, kepada Khalifah Umar Abdul Aziz.

“Dari Kampar, Nusantara Pernah ada diwujudkan, minimal meliputi Asean sekarang,” kata Datuk Seri. Kesempatan itu ia mengatakan, setidak-tidaknya Kampar merupakan salah satu pusat Kesatuan Sriwijaya yang diakui berbagai sarjana baik dalam maupun luar negeri. Dengan bukti situs yang menandai peradaban ini telah masuk dalam daftar tentatif Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 2009.

Sehubungan dengan hal itu, Datuk Seri Taufik menghimbau agar pemerintah Kampar dan Riau, mengambil peran lebih aktif untuk kejayaan Kampar masa lalu tersebut. Hal ini katanya, akan berdampak positif bagi pembangunan manusia tidak saja di daerah, tetapi juga dunia. (Hafizh)

DatukJamilKamparlamrTaufik
Comments (0)
Add Comment