DERAKPOST.COM – Sebagaimana diketahui itu dua anggota DPRD Riau, Indra Gunawan dan Parisman Ikhwan berantuk dengan hal masing itu, membawa pasukan, hari Kamis (16/7/2026). Diketahui, kedua wakil rakyat ini merupakan kader Partai Golkar.
Menyikapi hal kericuhan yang terjadi dalam Gedung DPRD Riau di Jalan Sudirman, dari Pimpinan DPRD Riau itu bersama sejumlah Ketua Fraksi, dan pihak Badan Kehormatan melakukan konferensi pers, memberikanya keterangan kepada wartawan. Pimpinan di lembaga ini, Kaderismanto menyampaikan permohonan maaf ke masyarakat.
Tetapi dalam hal momen penyampaian itu, ada sedikit yang mengganjal perhatian dari kalangan wartawan. Yaitu sosok dari Ketua Fraksi Golkar DPRD Riau Naladia Ayu tidak tampak hadir ditengah upaya penyelesaian konflik tersebut. Sementara itu sejumlahan ketua fraksi partai di DPRD Riau itu tampak hadir untuk mencarikan yang solusi terbaik dengan hal agenda rapat pimpinan.
Ketua DPRD Riau Kaderismanto, didamping Ketua Badan Kehormatan Imustiar, dengan sejumlah ketua fraksi yang minusnya pihak Partai Golkar Naladia Ayu. Ia dalam hal ini, kepada wartawan sampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ada insiden keributan terjadi di Gedung DPRD Riau dan melibatkan pendukung dua anggota DPRD dari Fraksi Partai Golkar, tersebut.
Permohonan maaf disampaikan langsung Ketua DPRD Riau Kaderismanto ini sebagai bentuk tanggungjawab moralnya lembaga, juga sekaligus komitmen menjaga marwah DPRD sebagai rumah rakyat. Bersamaanya dengan itu, DPRD memastikan pada proses perdamaian atau islahnya antara Parisman Ikhwan dan Indra Gunawan itu akan segera difasilitasi koordinasi Fraksi Partai.
Dalam konferensi pers, Kaderismanto juga mengatakan, bahwa hal yang disampaikan tersebut setelah dilakukan rapat pimpinan yaitu menyikap permasalahan dua anggota DPRD Riau terjadi kericuhan. “Dalam hal ini, berkoordinasi dengan Fraksi Partai Golkar, kemudian juga dengan Partai Golkar. Hasil koordinasi itu nanti akan kami sampaikan kepada teman-teman,” terangnya.
Meski demikian kata kader PDI-P ini, meski kedua anggota DPRD Riau ini telah terlebih dahulu menyampaikan permohonan maaf secara pribadi, tapi DPRD sebagai institusi merasa perlu menyampaikan permohonan maaf secara resmi ke seluruh masyarakat Riau. Maka katanya, secara kelembagaan pihaknya memohon maaf kepada seluruh masyarakat pada Provinsi Riau.
Kaderismanto ini ngaku optimistis proses islah bisa dapat segera terlaksana setelah koordinasi dengan Partai Golkar rampung. “Insyaallah perdamaian ini kita laksanakan secepat mungkin. Kami sedang koordinasi dengan Fraksi Partai Golkar ini agar proses berjalan dengan baik. Apalagi diketahui hal keributan terjadi secara spontan. Bukan itu
konflik direncanakan” sebutnya.
Dikatakan dia, keributan yang bermula dari perbedaan pendapat dalam rapat tersebut. Kemudian berkembang jadi salah pahaman hingga memicu emosi sesaat. Karena yang selama ini tidak pernah terjadi apa-apa. Hal itu hanya berbeda pendapat, kemudian ada bahasa, yang mungkin ditanggapi berbeda sehingga menimbulkanya ketersinggungan tersebut. Dan terjadi keributan.
Kesempatan itu, dengan melihat tidak ada kehadirannya Ketua Fraksi Golkar Naladia Ayu pada momentum yang mencari solusi hal Parisman Ikhwan dan Indira Gunawan, ditanyakan wartawan. Dalam hal ini, Ketua DPRD Riau Kaderismanto membenarkanya untuk saat ini memang tidak ada kehadiran Ketua Fraksi Golkar Naladia Ayu dalam hal agenda rapat pimpinan tersebut.
“Ya, dari pagi kita yang mengadakan rapat pimpinan. Memang tidak ada kehadirannya Ketua Fraksi Golkar Naladia Ayu dalam hal momentum mencari solusi. Tapi info yang didapat itu, tidak bisa hadir karena ada hal tidak bisa ditinggalkan. Namun disini telah ada Anggota DRPD Riau Imustiar yang juga Ketua Badan Kehormatan untuk mewakili Ketua Fraksi Golkar,” terangnya. (Dairul)