Kepengurusan KONI Riau Kini Dipimpin Karateker, Edi Basri Nyatakan Berjuang untuk Kembalikan Kejayaan

DERAKPOST.COM – Diketahui sekarang ini, kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Riau, berakhir ini pada 1 Oktober 2026. Dan saat ini dipimpin karakter dari KONI Pusat.

Terkait itu, calon Ketua KONI Riau, H Edi Basri SH MSi, menyatakan kesiapannya untuk berjuang membawa perubahan. Ia menilai, pembenahan organisasi harus menjadi prioritas agar prestasi atlet Riau tidak terus mengalami kemunduran.

“Inikan menjadi momentum penting untuk membenahi tata kelola organisasi dengan sekaligus mengembalikan akan kejayaan prestasi olahraga di Bumi Lancang Kuning. Maka, menyatakan kesiapannya berjuang membawa perubahan,” ujar Edi Basri.

Lebih lanjut disebutkan Ketua Komisi III DPRD Riau ini, bahwa halnya pembenahan organisasi keolahragaan itubharus menjadi prioritas agar prestasi atlet Riau tidak terus mengalami kemunduran. Kedepannya, jadi perhatian dalam kembalikan kejayaan.

Di tengah proses transisi kepengurusan ini, Edi Basri yang akrab disapa Bang Edi, juga menyatakan kesiapannya untuk berjuang membawa perubahan pada dunia olahraga ke arah yang lebih mumpuni. Sehingganya, atlet atau olahraga di Riau kian berjaya.

Polisi Gerindra ini juga mengatakan, bahwa dibalik proses pergantianya kepengurusan itu ada persoalan yang dinilainya jauh lebih mendasar, yakni hal tren prestasi olahraga Riau yang menurutnya saat ini mengalami penurunan.

Maka ia menegaskan, keinginannya maju sebagai calon Ketua KONI Riau ini, bukan semata-mata itu untuk menduduki jabatan, melainkan membawa organisasi kembali pada tujuan utamanya, yaitu meningkatkan prestasi atlet serta kembangkan olahraga daerah.

“Tujuan saya maju adalah agar organisasi. (KONI) ini berjalan sesuai mekanisme dan aturan yang ada. Maka itu, siap memimpin KONI ke depan dalam rangka memajukan olahraga di Riau,” ungkapnya.

Menurutnya, bahwa kepengurusan KONI Riau berikutnya harus mampu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola organisasi, pola pembinaan atlet, serta strategi menghadapi berbagai kejuaraan olahraga.

Dia berharap, pergantianya kepemimpinan tidak hanya menjadi agenda rutin. Tapi hal itu benar-benar sekiranya ini menjadi titik awal perubahan bagi olahraga Riau. “Untuk prestasi olahraga bukan makin naik, tetapi semakin turun,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Edi mengatakan, bahwasa dalam proses pemilihan Ketua KONI Riau itu, yang seharusnya tidak menjadi ajang pertentangan antar kelompok. Tapi yang hendaknya insan olahraga perlu jadikan momentum untuk menyatukan langkah.

“Artinya, siapa pun yang nantinya dipercaya memimpin KONI Riau pada periode berikut itu, harus mampu membangun komunikasi dengan seluruh cabang olahraga dan serta memastikan pembinaan atlet berjalan lebih efektif. Jangan ini jadi ajang pertentangan antar kelompok,” katanya. (Dairul)

Comments (0)
Add Comment