DERAKPOST.COM – Jalan Tanjung Kapal – Jalan Pemuda Rupat, Kabupaten Bengkalis ini dikerjakan dengan memakai dana APBN 2025-2206, yaitu sebesar Rp13 miliar lebih sedang berlangsung. Badan jalan itu, akan dicor beton bertulang atau dirigid
Pantauan lapangan, para pekerja tampak berjibaku kerja. Badan jalan itu, akan dicor beton bertulang atau dirigid sejauh 1,8 km. di Kecamatan Rupat tak jauh dari dermaga Ro-Ro Tanjung Kapal dekat SPBU. Tampak terpasang papan nama proyek tersebut di daerah lokasi pengerjaan proyek.
Sesuai plang proyek dipasang di lapangan kegiatan Peningkatan jalan kabupaten/kota. Pekerjaan Preservasi Jalan Tanjung Kapal- Jalan Pemuda. Nomor kontrak EP-01KCTFHJ3FRB7WXXSM1QSXYBD3. Harga kontrak Rp13.350.820.000.
Waktu pelaksanaan 120 hari kalender. Waktu pemeliharaan 365 hari kalender. Sumber dana APBN tahun anggaran 2025-2026. Kontraktor Pelaksana CV Tagar Harapan. Konsultan Pengawas PT Ciriatama Nusawidya Consult.
Terkait pengerjaan proyek itu, Kepala Balai Pelaksana Pembangunan Jalan Nasional (BP2JN) Wilayah II Sumatera, Danil melalui Satker Wilayah I Naimilayanti dikonfirmasi belum bersedia memberi keterangan. Yang diketahui, itu sangat tertutup memberikan keterangan kepada wartawan.
Namun diketahui dan didapat keterangan dari pekerja di lapangan ditanya wartawan menjelaskan mereka ini sedang mengecor alas jalan rigid setebal 20 cm. Tetapi pada pengerjaan diduga tak pakai kerangka besi pengecoranya. Lalu dijawab pihak pekerja, memang nanti pakai kerangka besi setelah pengecoranya alas jalan rigid beton ini.
Pantauan lapangan, pengerjaan yang telah selesai dicor pada hari Jumat (30/1/2026), maka itu diketahui hari Sabtu (31/1/2026) pengerjaan bekas coran sudah kering, dan banyak dilewati sejumlah pemotor, walau jalurnya itu masih ditutup palang, dengan artian jalan belum maksimal dilalui.
Sementara itu, diketahui masyarakat Rupat, mengeluhkan hal pengerjaan jalan di Pulau Rupat tiap tahun hanya sepanjang sekitar 500 meter. Dan saat ini, permintaan warga kepada pemerintah perbaiki infrastruktur jalan. Tapi saat ini masih ada yang belum dirigid beton, masih jalan tanah.
Disaat musim kemarau sekarang berdebu, dan musim hujan becek. Masyarakat Pulau Rupat ini, tidak banyak permintaan. Karena itu meminta pada pemerintah agar perbaiki jalan sampai dicor beton seluruhnya. Jalan ini, tentu dibutuh masyarakat sebagai arah transportasi memenuhi kebutuhanya hidup sehari-hari. (Dairul/Erman)