DERAKPOST.COM – Situasi yang memanas di kawasan Timur Tengah, telah membawa banyak dampak perjalanan ibadah umrah.
Gangguan jadwal penerbangan itu terjadi. Sedikitnya ada 58.873 orang yang saat ini masih berada di Arab Saudi. Ternyata dari jumlah itu, berdasarkan data di aplikasinya Siskopatuh, tercatat 1.054 jemaah umrah Provinsi Riau masih posisi di Arab Saudi dan masih menjalankan ibadah umrah.
Hal ini disampaikan Kakanwil Kemenhaj Riau H Defizon saat dikonfirmasi tentang jemaah umrah asal Riau yang masih di tanah suci, Senin, (2/3/2026). Dia menyebut sudah mengecek data keberangkatan dan berkoordinasi dengan beberapa travel umrah.
‘’Data di aplikasi Siskopatuh (Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus, red) ada 1.054 jemaah umrah asal Provinsi Riau yang masih di Arab Saudi. Ada 103 jemaah umrah ini jadwalnya hari ini harus sudah sampai di Pekanbaru, tapi masih tertahan di Jeddah,’’ katanya dikutip dari laman Mediacentre.
Kondisi ini memang membuat prihatin banyak pihak, namun dia menyarakan untuk selalu melihat dan memnatau perkembangan terkini.
‘’Rencana kembali dari Jeddah ke Kuala Lumpur dengan menggunakan maskapai Malaysia Airlines (MAS), tapi belum bisa. Saya sudah mendapatkan informasi dari salah satu travel, jemaah sudah di tempatkan di hotel di Kota Jeddah,’’ lanjutnya lagi.
Dari data yang ada beberapa travel yang jemaah terhan antara lain PT Dimiano Tamasya Qolbi (70 orang), PT Ertour Wisata Religi (22 orang), PT Nur Ramadhan (11 orang). Totalnya ada 103 jemaah.
Beberapa hari lalu, Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah, Puji Raharjo, memastikan pemerintah terus memantau perkembangan situasi secara berkala.
“Kami mengimbau kepada seluruh jemaah umrah agar tidak panik. Tetap tenang dan terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing untuk memperoleh informasi resmi dan terkini,” ujarnya.
Diketahui kondisi Timur Tengah yang tidak menentu dan eskalasinya semakin tinggi, kami mengimbau jemaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya.
Peringatan pemerintah ini untuk jemaah umrah yang saat ini berada di Arab Saudi beserta keluarga di tanah air agar tetap tenang dan tidak panik.
“Kami terus berkoordinasi dengan pihak Arab Saudi, maskapai, dan PPIU agar jemaah yang tertunda kepulangannya dapat ditampung di hotel maupun tempat-tempat lain yang aman dan layak,” tambahnya. (Redaksi)