KAHMI Perjuangan di Parepare, Seruan ‘Merdeka’ Mulai Menggema di Sulawesi

DERAKPOST.COM – Diskusi publik bertema hal Partai Politik dan Masa Depan Otonomi Daerah” di ruangan terbuka belakang Kopi Aspirasi, Jalan AP Pettarani, di Kelurahan Sinrijala, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Jumat malam (4/9/2026) dini hari.

Presidium KAHMI Sulsel A Rahman Saleh menyapaikan sikap dalam diskusi publik tersebut, memang sudah menyatakan sikap tegas dan meminta KAHMI Sulsel berjuang lebih keras kalau perlu serukan “Sulawesi Merdeka”. Kata ‘Merdeka’ mulai menjadi diksi para aktivis di Sulawesi Selatan. Dalam dua bulan terakhir, diksi “Merdeka” diawali kata “Sulawesi” kembali bersua dengan kepalan tangan dan teriakan.

Bahkan untuk mengawal diksi heroik yang dibangunkan kembali itu, aktivis telah mendeklarasikan KAHMI Perjuangan di Parepare. Di kota tempat lahir Presiden Ke-3 RI BJ Habibie, para alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), terutama yang tergabung dalam Korps Alumni HMI atau KAHMI, getol memekikkan “Merdekaaaa.” Tokoh utama Presidium KAHMI Parepare,Abdul Rahman Saleh.

“Kita berharap gerakan semacam ini tumbuh agar situasi berimbang untuk perbaikan. Jangan biarkan kepala daerah mengisi penjara karena kedapatan memungut fee proyek kasian. Situasi dua tahun terakhir sangat memprihatinkan,” kata mantan Presidium Mahasiswa UIN Alauddin Makassar yang juga Ketua Badko HMI Sulselbar 2014-2015 Pahmuddin Cholik, Senin siang, 27 September 2026.

Pernyataan Pahmuddin Cholik menanggapi perkembangan terkini di KAHMI Parepare. Teriakan “Sulawesi Merdeka” sangat di Sulsel di era Reformasi.  Teriakan itu pernah meluncur dari forum ke forum, dari demo ke demo di Makassar, bahkan di Sulawesi hingga Kalimantan, tahun 1999 hingga tahun 2000.

Dikutip dari laman Tribunnews. Sulawesi bahkan meluas hingga Irian, Maluku, dan Kalimantan. Mereka menyebut Iramasuka: Irian, Maluku, Sulawesi, dan Kalimantan. Rahman Saleh sudah terlibat dalam perjuangan itu. Kini, Rahman Saleh seperti “terlahir kembali”.

Kehadiran Rahman Saleh menghentak narasumber dan peserta diskusi ASA Indonesia, “Konstitusi Dikorupsi, Patronase Oligarki dan Bahaya Senjata Hukum Beracun RUU Perampasan Aset” di Hotel Mercure Makassar, Jumat siang, 25 September 2026.

Empat tokoh nasional yang menjadi narasumber diskusi itu, tercengan oleh pernyataan Rahman Saleh. Mereka adalah Abraham Samad, Prof Deny Indrayana, Prof Zainal Arifin Mochtar, Ubedillah Badrun, serta pengamat publik Hazairin Sitepu.

Dalam diskusi itu, Rahman Saleh mengajak narasumber dan peserta diskusi untuk menjadikan Jokowo, Prabowo, dan Ghibran sebagai bencana nasional.

“Saya bersyukur sebagai alumni Unhas. Mengapa? Karena Jokowi tidak mengaku alumni Unhas,” kata Rahman Saleh. Abraham Samad terpingkal-pingkal, Deny Indrayana tersenyum lebar mendengar pernyaraan Rahman Saleh.  (Dairul)

KAHMIParepareperjuanganSeruan Merdeka
Comments (0)
Add Comment