DERAKPOST.COM – Diketahui sekarang ini, pihaknya Balai Pengelolaan Hutan Lestari (BPHL) Wilayah III menggelar Forum Bisnis Usaha Pemanfaatan Hutan di Provinsi Riau pada hari Rabu (23/9/2026) di Pekanbaru.
Forum, mehadirkan sejumlah narasumber lintas OPD dan pelaku usaha, yang bahas penguatan UMKM binaanya KPH berbasis hasil hutan, bukan kayu. Kegiatan itu yang berlangsung disalah satu hotel yang diikuti itu puluhan pelaku usaha binaan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) se-Provinsi Riau.
Forum bertujuanya memperkuat kapasitas usaha masyarakat didalam memanfaatkan potensi hasil hutan yang secara lestari dan bernilai ekonomi. Salah satu yang menjadi narasumber adalah Kepala Bidang (Kabid) Ekonomi Kreatif (Ekraf) di Dinas Pariwisata Riau Dr Nasrol Akmal M Ed, pada agenda.
Diketahui, mantan dari Kabid SMA di Disdik Riau ini membawakan materi dengan judul pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata, khususnya pengembangan produk UMKM sektor pariwisata. “Produk UMKM yang kuat bukan hanya yang enak dilihat atau dibeli, tetapi harus membawa cerita destinasi pulang bersama wisatawan,” ujar Nasrol.
Ia juga mengajak pelaku UMKM memanfaatkan perkembangan digital melalui telepon genggam agar produk dikenal luas dan viral melalui TikTok, Instagram, serta media sosial lainnya. Riau, menurutnya, memiliki keunggulan seperti Candi Muara Takus, Pacu Jalur, dan Bakar Tongkang yang dapat menjadi cerita dalam produk.
Selain Dinas Pariwisata Riau, forum ini juga menghadirkan narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Provinsi Riau, Dekranasda Provinsi Riau, serta pelaku usaha Pusat Oleh-Oleh Insyira dan LocalHub Pekanbaru.
Adapun materi yang dibahas meliputi potensi sebaran Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) pada KPH di Riau, strategi menembus pasar oleh-oleh, pemasaran digital, pengembangan kerajinan UMKM, hingga potensi PNBP dari usaha pemanfaatan hutan.
Kegiatan yang didukung DIPA Tahun Anggaran 2026 ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi antara pengelola hutan, pemerintah daerah, dan pelaku usaha untuk mendorong UMKM naik kelas secara berkelanjutan. (Irsyad)