Ibu-Ibu Melebung di Pekanbaru Merintis Usaha Bersama EMP Korinci Baru, Produk dari Lidi Sawit Menjadi Piring

DERAKPOST.COM – Berada, di Kelurahan Melebung, Kota Pekanbaru lidi sawit yang mudah dijumpai di lingkungan sekitar kini dianyam menjadi piring seharga Rp10 ribu per buah. Sebagianya produk sudah terjual, dan tujuh dari 19 peserta pelatihan itu, kini mampu membuatnya secara mandiri. Bagi ibu-ibu setempat, kerajinan ini menjadi cara merintis usaha manfaatkan bahan tersedia di sekitar mereka.

Pelatihan itu dipandu Madinah, instruktur berpengalaman dan bersertifikat. Peserta mempelajar teknik menganyam lidi hingga membentuk piring, kemudian memberikan vernis ini untuk memperindah tampilannya.
Kerajinan itu dikembangkan oleh Kelompok Ulik Jemari Melebung ini merupa kelompok warga mengolah lidi sawit menjadi produk rumah tangga.

Untuk meningkatkan keterampilan anggota mereka, mengikuti pelatihan dalam halnya kegiatan itu, Pemantapan Kreasi Kerajinan Tangan didukung EMP Korinci Baru Limited di Kelurahan Melebung. Salah satu peserta, Fitriyeni, mengatakan bahwa sebelum ikuti pelatihan, ia dan juga peserta lainya belum terlalu memahami teknik pembuatan piring dari anyaman lidi sawit.

“Kini, keterampilan tersebut menjadi bekal untuk memproduksi kerajinan ini yang bisa dipasarkan. Setelah mengikut pelatihan ini, kami jadi lebih memahami cara membuat piring dari lidi sawit. Keterampilan ini tentu bermanfaat karena hasilnya bisa kami jual didalam menambah penghasilan. Memang, pemasaran masih menjadi tantangan bagi kami,” ungkap Fitriyeni.

Ketua RT 01 Kelurahan Melebung, Novita Sari, mengatakan, bahwa sebagian ibu-ibu sebelumnya juga telah mengenal kerajinan anyaman lidi sawit, tetapi juga masih perlu meningkatkan keterampilan untuk hasilkan produk dengan lebih baik. Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat menjadi dorongan bagi pengembangan usaha masyarakat di daerahnya.

“Sebenarnya, ibu-ibu di sini sudah bisa membuat anyaman lidi sawit, tetapi belum terlalu ahli. Setelah adanya pelatihan ini, kami semakin bisa membuat piring dari lidi sawit. Harapannya, keterampilan ini dapat terus dikembangkan sehingga ibu-ibu juga bisa mengembangkan UMKM di Kelurahan Melebung,” ujar Novita.

Kelompok Ulik Jemari Melebung telah memiliki toko daring sendiri untuk memasarkan produknya. Selain konsumen melalui saluran daring, kelompok menyasar pemerintah setempat dan masyarakat sekitar sebagai calon pembeli. Jangkauan pasar yang masih terbatas serta jumlah tenaga produksi yang belum mencukupi menjadi kendala dalam memenuhi target pembuatan.

Novita mengapresiasi dukungan EMP Korinci Baru Limited terhadap masyarakat Kelurahan Melebung. Ia berharap perhatian terhadap kegiatan pemberdayaan warga terus berlanjut, termasuk dalam memperluas pemasaran produk.

“Manfaatnya tentu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu sendiri. Alhamdulillah, kami merasa EMP Korinci Baru Limited tidak meninggalkan kami dan selalu memperhatikan masyarakat di sini. Mudah-mudahan kegiatan untuk ibu-ibu semakin meningkat dan produk kami bisa dipasarkan secara online,” tambahnya.

Lurah Melebung, Yayat Surianda Putra, S.STP., menyambut baik pelatihan tersebut. Ia berharap keterampilan yang diperoleh warga dapat diterapkan untuk mengembangkan potensi daerah menjadi kegiatan produktif yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

CSR Assistant EMP Korinci Baru Limited, Zulkhairi, mengatakan program pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Melebung diarahkan untuk membuka peluang penghasilan melalui inovasi dan pemanfaatan potensi lokal. Menurutnya, kerajinan piring dari lidi sawit juga dapat dikembangkan menjadi daya tarik bagi masyarakat dari luar untuk berkunjung ke wilayah tersebut.

Sebagai tindak lanjut, EMP Korinci Baru Limited menyediakan pendampingan rutin, bantuan peralatan, serta dukungan pemasaran melalui program affiliate daring. Program pengembangan UMKM perusahaan ke depan juga mencakup budidaya perikanan dan kuliner, termasuk produksi bolu kemojo khas Riau. Pelaksanaannya disertai monitoring dan evaluasi untuk melihat perkembangan usaha serta pemanfaatan sarana pendukung yang diberikan.

EMP CSR & Communication Division Manager, Iman Soerjasantosa, mengatakan pemberdayaan UMKM perlu berorientasi pada pengembangan usaha, bukan hanya pelaksanaan pelatihan. Menurutnya, pemanfaatan potensi lokal perlu diikuti upaya yang membantu masyarakat menerapkan keterampilan dalam kegiatan ekonomi.

“Pendampingan menjadi bagian penting agar keterampilan yang diperoleh masyarakat dapat terus berkembang dan diterapkan dalam kegiatan usaha. Kami berharap ibu-ibu di Melebung semakin percaya diri mengembangkan produknya, menjaga kualitas, dan memanfaatkan peluang pemasaran yang tersedia. Dengan begitu, kerajinan ini dapat tumbuh menjadi usaha yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan membuka peluang tambahan penghasilan bagi keluarga,” ujar Iman. (Redaksi)

Comments (0)
Add Comment