Guru Honorer Bekerja Puluhan Tahun tak Masuk Dapodik, Ngadu ke Wakil Rakyat taa Diangkat Jadi PPPK

DERAKPOST.COM – Seorang guru honorer asal Kabupaten Bekasi, Jawa Barat inipun menangis ketika menceritakan kisahnya di hadapanya para anggota wakil rakyat. Dan momen haru ini terjadi ketika guru honorer SDN Wanasari 01 Cibitung, Indah Permata Sari menghadiri audiensi bersama Badan Legislasi (Baleg) DPR RI.

Indah demikian nama guru menceritakan, sebut dia, meski sudah memenuhi masa kerja, namun namanya tidak juga kunjung ada masuk dalam pendataan Daftar Data Pokok Pendidikan (Dapodik). “Tapi sulitnya untuk masuk data pendidikan atau dapodik itu sulitnya luar biasa, Pak. Susah sekali, Pak, kadang informasi yang turun dari dinas ke sekolah tidak menyeluruh, Pak, jadinya kita ketinggalan info,” ujar Indah.

Dengan suara bergetar sambil menahan air mata, Indah melanjutkan, dirinya bahkan tidak bisa mengikuti tes guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) karena namanya belum masuk dalam Dapodik.

“Kayak kemarin ada tes PPPK, tapi karena kita tidak masuk dalam dapodik, kita semua tidak bisa, Pak, tertinggal. Bahkan terbayang-bayang akan dirumahkan. Itu paling sedih sih, Pak,” ungkapnya.

Indah sangat berharap dirinya dan para guru honorer lainnya bisa menjadi guru PPPK. “Harapan saya dan teman-teman tenaga pendidik dan guru yang lain, bisa ikut PPPK penuh waktu, paling itu sih, Pak,” ujar Indah lagi. Ia juga menceritakan, saat ini dirinya bekerja sambilan menjadi tukang antar jemput laundry setelah mengajar.

“Karena saya juga seperti yang tadi Bapak bilang, pulang mengajar jadi antar jemput laundry, Pak,” ujar Indah sambil menangis dan menyeka air matanya.

Setelahnya, Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi, mengatakan permasalahan guru ini sangat menyesakkan. Oleh karenanya, PGRI mendatangi Baleg DPR RI untuk menyampaikan aspirasi serta mendorong ada Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Guru.

Unifah meminta pada DPR RI, agar jangan menutup pintu untuk berdialog dengan para guru. “Kami dari seluruh Indonesia, perwakilan provinsi-provinsi hadir, kabupaten kota dan juga honorer. Mohon jangan ditutup pintu untuk dialog, izinkan kami kalau kami diminta untuk memberikan catatan, kami akan memberikan catatan. Kami pun berdialog dengan Komisi X dan berterima kasih kepada Bapak Presiden yang telah memberikan 220.000 guru ikut S1 dengan model hanya 2 tahun, Pak,” jelasnya. (Dairul)

 

dapodikGuruhonorerrakyatwakil
Comments (0)
Add Comment