DERAKPOST.COM – Seiring naik harga Bahan Bakar Minyak (BBM), tentu juga langsung berdampak turut naik harga kebutuhan pokok masyarakat. Hal itu, Gubernur Riau, Syamsuar minta peran Satgas Pangan Riau untuk melakukan pengawasan maksimal.
“Kita tidak ingin ada pihak memanfaat
situasi tersebut untuk hal kepentingan tertentu. Karena naiknya harga BBM ini, bukan nanti semua naik. Nanti, diharap Satgas Pangan juga terdiri dari intansi vertikal yang akan melihat hal ini,” kata Gubri Syamsuar.
Ia mencontohkan, karena naiknya harga BBM, harga telur pun ikut naik. Padahal tidak ada korelasi antara BBM dan telur. Katanya, itu salah itu. Bagaimana hal ini hubungan telur sama BBM, kan tak ada hubungannya. Alasannya transportasi, jadi acuan. Itukan belum tentu juga.
“Makanya, yang mengamatinya ini kan bukan hanya dari Pemprov, tapi Satgas Pangan juga ikut, kan instansi vertikal, termasuk Polda, TNI dan Kejaksaan. Maka akan diamati, karena yang seharusnya tidak patut naik ya jangan naik,” ucapnya lagi.
Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo resmi mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai dari Pertalite, Solar, dan Pertamax. Harga terbaru BBM bersubsidi dan non-subsidi itu mulai berlaku pada Sabtu (3/9/2022) pukul 14.30. **Rul