Fantastis… 87 Dapur MBG di Riau, Sasar 1,5 Juta Penerima Manfaat

DERAKPOST.COM –  Diketahui, sekarang ini Badan Gizi Nasional (BGN), meresmikanya 980 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara serentak di 16 provinsi, Rabu (14/10/2026). Untuk di Provinsi Riau sebanyak 87 dapur.

Artinya, langkah ini memperluas jangkauan program MBG. Peresmian ini, yang menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses makanan bergizi, terutama halnya ini masyarakat wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Bahkan ini daerah dengan prevalensi stunting tinggi.

Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah I BGN, Harjito, mengatakan halnya ada penambahan dapur SPPG merupakan langkah perluas pelayanan pemenuhan gizi bagi masyarakat. “Dan untuk Provinsi Riau ada 87 dapur,” kata Harjito saat peresmian SPPG Payung Sekaki Air Hitam 3 di Jalan Karya Bakti Ujung, Pekanbaru.

Harjito menjelaskan, saat ini terdapat 683 SPPG yang telah beroperasi di Provinsi Riau. Sementara itu, sebanyak 13 SPPG lainnya masih disuspend karena sejumlah persoalan, termasuk belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Menurutnya, pelaksanaan program MBG di Riau ditargetkan menjangkau sekitar 1,5 juta penerima manfaat. Dikarena itu, BGN terus mendorong perluasan layanan agar semakin banyak masyarakat mendapatkan akses makanan bergizi.

Dikutip dari laman Mediacentre. Selain hal memenuhi kebutuhannya gizi masyarakat, keberadaan dapur SPPG, juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi daerah.

Program yang dinilai berpotensi membuka peluang bagi petani, peternak, nelayan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pemasok pangan lokal untuk terlibat dalam rantai pasok kebutuhan dapur MBG.

Harjito pun meminta dukungan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan agar dalam pelaksanaan program berjalan optimal. Dukungan diperlukan, mulai dari pengelolaan dapur, pemenuhan standar sanitasi, pengawasan kualitas makanan, hingga kelancaran rantai pasok bahan pangan.

Sebelumnya, BGN menyatakan peresmian 980 dapur SPPG di 16 provinsi menyasar sekitar 1,4 juta penerima manfaat. Dalam  perluasan layanan, juga diharapkan dapat membantu pemerataan akses makanan bergizi sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.  (Ferry)

Comments (0)
Add Comment