DERAKPOST.COM – Diketahui, sekarang ini Immanuel Ebenezer merupakan eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) itu menyebut adanya partai politik dan ormas diduga kecipratan atau menerima aliranya dana dari kasus pemerasan pengurusanya sertifikasi K3 di Kemenaker.
Menyoal yang disampaikan oleh pria lebih akrab disapa Noel tersebut, mendapatkan tanggapannya dari Direktur Eksekutif Trias Politika Agung Baskoro. Dia menilai, kalau Immanuel Ebenezer inipun ingin mendapat
keringanan hukuman. Maka itu melakukan manuvernya yang menyebutkan ada partai politik dan ormas diduga kecipratan.
Disebutkan dia, dari manuver dilakukanya Immanuel Ebenezer ini dapat diketahui hal tersebut sempat minta pengampunan dari Presiden Prabowo Subianto sebagaimana halnya diterima Tom Lembong dan Hasto Kristiyanto, meskipun itu akhirnya ditolak. Disebab kala itu, Presiden Prabowo justru memecatnya ini dari Partai Gerindra.
“Manuver tajam Bang Noel ini, ada sedikit banyak itu ingin yang meringankan hukum diberikan kepadanya, yang pertama dibaca semacam itu,” ungkap Agung dalam dialog Sapa Indonesia Pagi Kompas TV, pada hari Selasa (27/1/2026). Kemudian yang kedua kata Agung, pernyataan yang disampaikan Immanuel bisa untuk membuka tabir.
Agung dikesempatan itu juga mengatakan, yang disampaikanya Immanuel bisa untuk membukakan tabir gelap proses transaksi korupsi selama ini terjadi di Kementerian Tenaga Kerja semacam itu, dengan halnya pemberian izin K3. Beliau (Immanuel, red) itu, kata Agung, memang ada punya niatan untuk membuka tabir gelap tersebut.
“Ini memang menegaskan satu hal, bahwa kader-kader partai itu seringkali dijadikan ATM politik, dan yang selama ini kan jelas prosesnya diketika ada kader atau oknum partai di sana, maka mereka harus dapat berburu rente. Apakah itu soal perizinan, apakah soal proyek, apakah soal jual beli jabatan semacam itu.” terang Agung.
Sebelumnya, diketahui bahwa Immanuel Ebenezer mengungkapkan partai politik dengan clue huruf K, serta bahkan ormas non-agama diduga menerima aliran dana dari kasus yang disangkakan terhadapnya.
Pernyataan itu disampaikan bukan dalam persidangan, tetapi beberapa waktu saat sebelum dia akan menjalani sidang.
“Jangan pake warna dulu. Ormasnya dulu ya, ormasnya ini yang jelas tidak berbasis agama,” ucapnya Immanuel saat sebelum mengikuti acara persidangan, dihari Senin (26/1/2026), dengan agenda pembuktian.
Selain ormas non-agama, kata Immanuel
ada juga partai politik yang terlibat dalam kasus dugaan pemerasan tersebut. (Dairul)