DERAKPOST.COM – Longsor terjadi, Ahad, 1 November 2026, pada pukul 23.00 WITA, setelah hujan deras mengguyur dikawasan Glamping Pelaga Eco Park, di Desa Pelaga, Kecamatan Petang, di Kabupaten Badung, Bali. Hingga saat sekarang, Tim Gabungan Basarnas masih melakukan hal pencarian pada dua orang diduga tertimbun longsor, sementara 21 orang lainnya selamat.
Upaya pencarian dua wisatawan Glamping Pelaga Eco Park, masih terus dilakukannya tim. Kedua wisatawan diketahui menghuni Room 6, diduga tertimbun material longsor dan masih dalam pencarian tim SAR. Hujan deras mengguyur pada kawasan sejak sore hari. Material tanah dari tebing menerjang sejumlah bangunan penginapan itu hingga satu unit Glamping dilapor hanyut terbawa arus sungai.
“Saat kejadian terdapat 23 tamu menginap, 21 berhasil selamat, sementara dua masih dalam hal pencarian, yaitu satu orang lokal atas nama Bangkit Mubarok, dan juga satu orang asing yang identitasnya belum dapat diketahui,” sebut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali, I Gede Agung Teja Bhusana.
Menurutnya, longsor dipicu cuaca ekstrem dengan disertai curah hujan mencapai 121 milimeter per hari terjadi di kawasan Desa Pelaga. Bencana tersebut merusak empat dari total 25 unit tenda glamping berada di kawasan penginapan yang seluasan empat hektare. Lebih lanjut, hal pencarian kepada kedua wisatawan tersebut dilakukan sejak masuk laporan.
“Kami sudah memberangkatkan sembilan personel tim rescue dari pos Jimbaran menuju lokasi kejadian setelah menerima laporan resmi pada pukul 06.10 Wita,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, seperti hal dikutip dari laman Suara merdeka.
Untuk operasi pencarian, katanya, dengan hal melibatkan 127 personel gabungan dari Basarnas, BPBD, kepolisian, dan juga unsur terkait lainnya, termasuk ada mengerahkan anjing pelacak K9 itu, serta menyisir aliran Sungai Tukad Yeh Kilap hingga Bendungan Batulantang.
Hingga Senin sore, kedua korban belum ditemukan dan pencarian menghadapi sejumlah kendala, seperti kondisi medan yang curam, material longsor, serta cuaca ekstrem. BPBD Bali juga mencatat cuaca ekstrem yang memicu bencana di 64 titik wilayah Bali, mulai itu dari tanah longsor, pohon tumbang, hingga jalan amblas. (Dairul)