DERAKPOST.COM – Dinas Pendidikan.atau Disdik Kota Pangkalpinang mempercepat verifikasi ratusan data Anak Tidak Sekolah (ATS) yang tercatat dashboard pendataan tahun 2026. Kecamatan Gerunggang yang jumlah temuan ATS terbanyak.
Sebanyak 400 nama akan dicek langsung ke lapangan untuk memastikan hal status masing-masing anak sekaligus itu dengan menentukan langkah penangananya tepat. “Hasil pemetaan sementara, di Kecamatan Gerunggang menjadi jumlah temuan ATS terbanyak,” kata Effendi.
Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD dan Pendidikan Nonformal di Disdik Kota Pangkalpinang, mengatakan data yang muncul di dashboard belum bisa dijadikan ini angka pasti, sebab seluruhnya yang masih harus melalui proses verifikasi faktual.
“Data di dashboard saat ini sekitar 400 anak. Namun itu belum terverifikasi sehingga kami harus turun langsung memastikan apakah mereka benar-benar masuk kategori anak tidak sekolah,” kata Effendi, dikutip dari laman KabarBangka.
Ia menjelaskan, proses verifikasi menjadi tahapan penting agar pemerintah tidak salah sasaran dalam memberi intervensi.
Pengalaman tahun 2025 menunjukkan, setelah dilakukan pendataan dan penanganan secara intensif, jumlah ATS di Pangkalpinang berhasil ditekan menjadi 221 anak usia 7 hingga 18 tahun yang tersebar di tujuh kecamatan.
Intervensi yang dilakukan meliputi pemberian bantuan pendidikan, pendampingan keluarga, hingga mengembalikan anak ke bangku sekolah melalui jalur pendidikan kesetaraan.
“Gerunggang memang menjadi kecamatan dengan jumlah ATS terbanyak. Karena itu tahun lalu kami melakukan berbagai intervensi, mulai dari beasiswa hingga mengarahkan mereka mengikuti pendidikan nonformal,” ujarnya.
Effendi optimistis angka ATS akan kembali menurun setelah seluruh data tahun 2026 selesai diverifikasi.
Menurutnya, tidak semua nama yang tercatat di dashboard nantinya dipastikan masih berstatus ATS karena kemungkinan ada yang sudah kembali bersekolah, pindah domisili, atau terjadi perubahan data lainnya.
“Tugas kami sekarang memastikan satu per satu data tersebut. Setelah diverifikasi, baru diketahui jumlah sebenarnya sehingga penanganannya lebih tepat,” katanya.
Untuk mempercepat proses tersebut, Disdik Pangkalpinang melibatkan berbagai pihak. Verifikasi di tingkat kelurahan dilakukan operator bersama Pekerja Sosial Masyarakat sedangkan di lingkungan sekolah dilakukan operator satuan pendidikan, baik sekolah di bawah Dinas Pendidikan maupun Kementerian Agama.
“Semua dilakukan secara terintegrasi. Tujuannya agar data yang dihasilkan benar-benar valid dan setiap anak yang belum sekolah bisa segera mendapatkan penanganan,” kata Effendi. (Dairul)