Diduga Gelapkan Rumah Milik Seorang Janda, Kini Ar ASN di Setwan DPRD Riau Dipolisikan

DERAKPOST.COM – Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Sekretariat DPRD Riau berinisial Ar, telah dilaporkan ke polisi atas dugaan penggelapan rumah milik seorang janda bernama Erni.

Kasus ini bermula dari pembelian sebuah rumah yang dilakukan almarhum suami Erni, Yuliardi alias Edi Elter, beberapa tahun lalu dari pihak pengembang.

Kepada wartawan, Erni menceritakan kalau almarhum suaminya membeli rumah dari pengembang PT Parwira Abaditama yang berlokasi Jalan Melur, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru.

Menurut Erni, perusahaan yang diketahui dipimpin oleh ayah dari Ar. Dimana rumah tersebut telah dibayar lunas oleh suaminya pada tahun 2019 itu, dengan cara mencicil kepada pihak pengembang.

Namun setelah pelunasan, sertifikat rumah tak kunjung diberikan oleh pihak developer. “Rumah itu sudah lama dibayar lunas oleh almarhum suami saya. Tetapi sertifikatnya tak pernah diberikan,” ujarnya.

Dikutip dari laman GoRiaucom. Disebutkan oleh Erni, bahkan rumah itu sudah diroboh dan dijual ke pihak lain oleh Ar. Tapi terang dia, pada perjuangkan untuk mendapatkan kembali haknya tidak mudah.

Dikesempatan itu Erni mengatakan, bahwa ia baru mengetahui hal rumah yang mereka miliki ini diduga telah dijual pada pihak lain oleh Ar merupakan anaknya dari developer tersebut, pada tahun 2025 lalu.

Erni ini, mengakui berulang kali menuntut haknya dan meminta penjelasan kepada Ar. Beberapa kali pertemuan juga sempat dilakukan, namun hingga kini persoalan itu belum menemukan penyelesaian.

Pertemuan terakhir, kata Erni, memang Ar ada sempat berjanji akan mengembalikan rumah tersebut setelah proses pembuatan sertifikat selesai. Tetapi, hal itu tak kunjung ada realisasinya ini sama sekali

Dikarena merasa dirugikan, maka ujar Erni, akhirnya melaporkan kasus tersebut pada Polresta Pekanbaru yaitu pada hari Jumat (6/3/2026). Dipolisikan ini, karena menilai tidak ada itikad baik dari terlapor.

Sementara itu, Ar belum ada memberikan tanggapan terkait dugaan tersebut. Untuk permintaan konfirmasi yang disampaikan wartawan melalui pesan WhatsApp juga belum ada mendapatkan respon. (Dairul)

ASNdipolisikanDPRDRiauSetwan
Comments (0)
Add Comment