PEKANBARU, Derakpost.com- Sempena
liburan lebaran Idul Fitri 2022, diketahui dimanfaat sebagian besar masyarakat untuk berwisata. Tidak, terkecuali juga di Provinsi Riau.
Apalagi, sejak pandemi Covid-19 sudah mengancam masyarakat selama dua tahun terakhir. Nyaris dunia pariwisata hancur-lebur, karena sepanjang tahun tidak boleh ada pengunjung. Walaupun itu dengan dibatasi protokol kesehatan (prokes).
Menyusul berkurangnya kasus Covid-19 serta pemerintah melonggarkan aturan untuk berkumpul, kondisi ini tentu saja disambut antusias masyarakat. Dengan
menakjubkan mengherankan jika pada masa libur lebaran tahun 1443 H/2022 ini, jumlah destinasi wisata itu diserbu masyarakat.
“Termasuk di Negeri Melayu Lancang Kuning. Kondisi pada desnitasi wisata di Provinsi Riau. Seperti di Siak, Kampar, Inhil, Kuansing serta lainnya dilaporkan sangat padat, namun terkendali,” terang Kadis Pariwisata Riau, Roni Rakhmat, Rabu (4/5/2022).
Di Kota Pekanbaru sendiri, dari jumlah informasi diterima, terlihat ada tempat rekreasi padat dikunjungi masyarakat. Hal ini, disampaikan Andi salah seorang warga bahwa masyarakat haus hiburan dikarena sudah lama terkungkung oleh Covid-19.
Kesempatan itu, Andi sendiri sengaja membawa anak-anak bermain di salah satu tempat rekreasi di sekitar Simpang Tiga, Pekanbaru. Menggeliatnya jumlah destinasi wisata yang diharapkan akan membawa multiplier effect terhadap ekonomi masyarakat.
“Mudah-mudahan para pedagang yang ada di sekitar area desnitasi mendapat manfaat. Dagangan mereka jadi laku,” harap Gubernur Riau Drs H Syamsuar, MSi.
Kesempatan itu juga dipaparkan kalau saat sekarang ini dibuka penerbangan internasional. Hal itu menyusul dengan kurangnya kasus Covid-19. Maka, untuk saat ini kembali dibuka jumlah destinasi wisata di Provinsi Riau, Gubri Syamsuar berharap agar Pemerintah Pusat segera membuka rute penerbangan.
“Penerbangan inikan juga sangat besar pengaruhnya. Orang ingin langsung ke Riau tanpa perlu transit lagi di Jakarta. Harapan kita berharap pada pemerintah membuka rute internasional ini,” terang Gubri seraya mengaku jika sudah sejak beberapa bulan lalu melayangkan surat permintaan kepada Menhub RI. **Rul