Daya Saing dan Inovasi Riau 2 Terendah di Sumatera, Anggota DPRD Riau Edi Basri Sebut OPD BRIDA Tak Berfungsi

DERAKPOST.COM – Diketahui, kalau Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau merupakan salah satu OPD yang ada di lingkung Pemerintah Provinsi (Pemprov). Kendatipun demikian, dari Ketua Komisi III DRPD Riau Edi Basri menilai bahwa belum berfungsi sebagaimana mestinya.

Edi Basri menilai bahwasa BRIDA Provinsi Riau tak berfungsi dalam hal membangun ekonomi kreatif. Dikatakanya, berdasarkan data dari BRIDA sendiri bahwa Indeks Daya Saing dan Inovasi Daerah Provinsi Riau ini berada nomor 2 terendah dari 10 provinsi yang ada di Sumatera.

Hal itu terungkap di Forum Perangkat Daerah Riset dan Inovasi tahun 2026 yang digelar, Kamis (2/4/2026) kemarin lusa. Dalam forum itu hadir sejumlah dinas di Provinsi Riau dan juga mengundang bupati/walikota yang diwakili masing-masing daerah.

“Jadi di sana terungkap bahwa, Indeks Daya Saing dan Inovasi Provinsi Riau ini nomor dua terkecil se-Sumatera,” ungkap Edi Basri. Ia mengatakan, selama ini tidak ada berfungsi dalam rangka membangun kreativitas ekonomi kreatif, meningkatkan ekonomi daerah.

Edi Basri dijuluki Purbaya Riau ini tegaskan bahwa padahal BRIDA itu adalah otaknya pembangunan untuk daerah. Menurutnya, jika pembangunan tanpa didasarkan oleh sebuah badan riset, dalam hal ini adalah penelitian yang berbasiskan ilmiah, maka pembangunan itu tidak akan efektif.

“Kalau hal itu tidak ada berbasiskan riset, pembangunan itu tidak akan berkelanjutan, hanya bersifat tentatif,” ujarnya. Maka dari itu, dirinya menegaskan bahwasa visi dan misi kepala daerah bukannya dilandaskan kepada ilustrasi, tapi berlandaskan pada sebuah pemikiran yang konseptual.

Politisi Gerindra ini mengatakan, bahwasa konseptual itu sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan. Tidak asal ada aja. Bikin ini se-Provinsi Riau, tapi tak ada. Itu bukan visi namanya, tapi mimpi di siang bolong. Yang visi dan misi itu, ungkapnya adalah secara konseptual. Konseptual itu dua indikatornya, sesuai kemampuan dan kebutuhan.

Oleh karena itu, ia menilai ada kekeliruan selama ini, termasuk hal pemilih terhadap pemimpin-pemimpin yang tidak menelaah visi dan misi. Padahalkan pembangunan itu, dalam konteks manajemen ini adalah sebuah perbuatan dilakukan secara sadar. Yang maksudnya, pembangunan itu harus direncana. Dikarena, pembangunan tanpa perencanaan, berarti pembangunan yang dilakukan di bawah alam sadar.  (Dairul)

 

 

BasriEdisumateraterendah
Comments (0)
Add Comment